suplemenGKI.com

Jumat, 8 Mei 2015

07/05/2015

HASIL YANG MENGECEWAKAN

Yesaya 5:1-7

 

Pengantar
Setiap orang yang memiliki kebun pasti berharap tanaman yang ditanamnya menghasilkan buah yang dapat dinikmati oleh pemiliknya. Maka kalau tiba musim panen hal itu menjadi kesukaan hati tuannya. Namun sebaliknya kalau tanam-tanaman yang seharusnya berbuah namun tidak berbuah, maka hal itu mendukakan pemilik kebun tersebut. Bagaimana dengan bangsa Isarel yang dianggap Tuhan sebagai kebun anggurNya?

Pemahaman

Ay 1-2, Apa yang diceritakan Yesaya tentang kebun anggur yang dimiliki Tuannya?

Ay 3-4, Apa yang dihasilkan oleh kebun anggurNya?

Ay 5-6, Apa yang dilakukan Tuannya terhadap kebun anggurNya?

Ay 7, Apa yang terjadi pada kaum Israel dan kaum Yehuda?

Yesaya menceritakan Tuhan semesta alam sebagai pemilik kebun anggur. Posisi kebun anggur ini sangat bagus di lereng bukit yang subur. Empunya kebun anggur ini merawatnya, batu-batu di buangnya, tanah-tanahnya dicangkul agar subur. PemilikNya mendirikan menara untuk berjaga-jaga, membuat tempat pemerasan buah anggur, sekelilingnya dibangun tembok dan pagar berduri.

Tentunya PemilikNya berharap bahwa kebun anggur yang dipeliharanya akan menghasilkan buah anggur yang baik, namun hasilnya ternyata anggur yang asam. Betapa kecewanya Pemilik kebun anggur tersebut melihat hasil buah anggur yang asam. Sudah banyak yang dilakukan oleh Pemiliknya supaya kebun anggurnya berbuah yang baik, mulai mencari tanah yang subur, mencakul tanahnya, membuat pagar, menara dan memberi kawat berduri namun hasilnya sangat mengecewakan PemilikNya.

PemilikNya menjadi kecewa dengan kebun anggurNya, maka kebun anggur yang menghasilkan buah yang asam tersebut tidak diurus lagi atau dibiarkan begitu saja. Sehingga kebun anggurnya mulai rusak dan ditumbuhi tanaman liar serta diinjak-injak oleh binatang liar.

Demikianlah gambaran Tuhan tentang kaum Israel dan kaum Yehuda. Tuhan begitu memelihara, merawat, melindungi kaum Israel dan kaum Yehuda, namun mereka justru membalas dengan berbuat yang jahat dimata Tuhan. Keadilan dan kebenaran tidak didapatkan dari mereka tetapi mereka malah berbuat kelaliman dan keonaran.

Maka Tuhan menyerahkan mereka ketangan musuhnya untuk menjadi tawanannya, supaya mereka bertobat dan berbuat baik.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: apakah kita sudah menghasilkan buah yang baik?

Tekadku
Ya, Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk terus berbuah yang baik demi kemuliaan namaMu.

Tindakan
Hari ini saya mau berbuat baik kepada orang lain (mis: membantunya, menolongnya, mendampinginya dll)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»