suplemenGKI.com

Jumat, 8 Maret 2019

08/03/2019

KESELAMATAN BERDASARKAN IMAN

Roma 10:4-8

 

Pengantar
Dosa telah memisahkan kita dari Allah, sementara konsekuensi dosa adalah kematian (Roma 6:23). Keselamatan dalam Alkitab merujuk pada pelepasan dari konsekuensi dosa dan karena itu termasuk penghapusan dosa. Hanya Allah yang dapat menyingkirkan dosa dan melepaskan kita dari hukuman dosa. Bagaimana kita menerima keselamatan itu? Inilah yang akan kita renungkan bersama hari ini!

Pemahaman

  • Ayat 4             : Apakah yang diajarkan oleh Kristus dan hukum Taurat? Kebenaran apa yang dituliskan oleh Musa tentang hukum Taurat?
  • Ayat 6-8         : Bagaimana cara Paulus menjelaskan tentang firman iman yang juga dekat dengan manusia kepada jemaat di Roma??

Di Ayat 4a Paulus mengajarkan bahwa Kristus adalah telos (akhir) dari hukum Taurat. Hal ini bukan berarti bahwa Ia meniadakan/mengakhiri Taurat (Mat. 5:17-19). Berdasarkan konteks yang ada, ayat 4a merujuk pada Kristus sebagai penggenap tuntutan Taurat, namun dalam kenyataannya tidak seorang pun yang mampu memenuhi tuntutannya (3:10-20). Walaupun banyak orang Yahudi berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri melalui ketaatan pada Taurat (10:3a), dalam kenyataannya hal itu justru merupakan dosa ketidaktundukan pada Allah. Solusi bagi situasi tanpa harapan seperti ini hanyalah Kristus. Ialah yang memenuhi tuntutan hukum Taurat secara sempurna, sehingga kebenaran dapat diberikan kepada semua orang yang percaya kepadanya (Ay. 4). Jika Allah hanya membenarkan berdasarkan iman tanpa tuntutan hukum Taurat dipenuhi dahulu oleh Kristus, maka firman Allah melalui Musa akan batal (Ay. 5). Hal ini tidak mungkin terjadi, karena firman Allah tidak mungkin gagal. Sebaliknya, apabila Kristus memenuhi tuntutan hukum Taurat tetapi keselamatan tetap berdasarkan perbuatan baik, maka tidak akan satu orang pun yang bisa diselamatkan.

Dalam ayat 6-8 Paulus sengaja mengutip PL yang mulanya berbicara tentang Taurat, lalu menerapkan teks itu kepada Kristus. Teks yang dikutip adalah Ulangan 30:11-14. Dalam teks ini Musa menyatakan bahwa Taurat Tuhan itu tidaklah sukar dan jauh. Bangsa Israel tidak perlu pergi ke langit atau ke seberang lautan untuk mendapatkannya. Semua itu sudah diberikan Allah kepada mereka, sehingga mereka tinggal melakukannya. Dengan cara yang sama Kristus (sebagai telos Taurat) juga tidak jauh. Manusia tidak perlu mengambil inisiatif dan bersusah payah mengupayakan agar Kristus mau turun dari surga untuk menjadi manusia (Ay. 6), atau pergi ke dunia orang mati untuk membangkitkan Kristus (Ay. 7). Semua itu sudah dilakukan Allah dan diberikan kepada kita, sehingga sama seperti firman Taurat dengan bangsa Israel demikian pula firman iman juga sangat dekat dengan kita (Ay. 8). Walaupun Taurat dan keselamatan dalam Kristus adalah dekat dan tidak sukar, tetapi manusia tetap gagal memenuhinya. Inti dari persoalan terletak pada diri manusia. Seluruh aspek kehidupan manusia sudah tercemar dosa, sehingga manusia tidak mau tunduk pada kebenaran Allah.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana respon hidup kita atas keselamatan yang Tuhan telah berikan kepada kita? sudah kita memberikan diri untuk sepenuhnya tunduk pada kehendak Allah atau kehendak diri sendiri?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa memaknai hidup yang sudah engkau selamatkan dengan terus taat pada kehendak-Mu

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan menggunakan anugerah keselamatan yang telah Allah berikan dengan menjaga sikap hidup dengan lebih baik. Menjaga perkataan, pikiran dan perbuatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«