suplemenGKI.com

JUMAT, 8 JUNI 2012

07/06/2012

2 Korintus 4:7-18

“Pelayanan : Persembahan Diri bagi Allah

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 7:  Dengan apakah Paulus mengumpamakan Injil yang diberitakannnya? Dengan apakah Paulus mengumpamakan dirinya sebagai pemberita Injil?  Apa yang hendak ditegaskan dengan perumpamaan ini?
  2. Ayat 8-9:  Penderitaan apa saja yang dialami Paulus?  Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman Paulus ini?
  3. Ayat 10-14:  Paulus berani menghadapi semua risiko pemberitaan Injil, kematian.  Mengapa Paulus berani menanggung risiko itu?  Sebutkan tiga hal berdasarkan ayat-ayat 10-11; 12, dan 13-14.
  4. Ayat 15:  Paulus setia memberitakan Injil meski dengan risiko yang sangat besar.  Menurut Anda, apa tujuan Paulus dengan semua itu?
  5. Jika ada seseorang yang bertanya mengenai motivasi dan tujuan pelayanan Anda, bagaimana Anda menjawabnya?  Sejauh mana hal tersebut menolong Anda menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pelayanan Anda?

 

RENUNGAN

Paulus mengumpamakan Injil yang diberitakannya sebagai harta yang indah.  Sedangkan dirinya, pemberita Injil itu, diumpamakan sebagai bejana tanah liat.  Harta yang indah dan sangat bernilai ditampung dalam bejana tanah liat yang rapuh.  Paulus mengakui bahwa seorang pemberita Injil tidak mempunyai kekuatan di dalam dirinya sendiri.  Namun demikian Paulus bersaksi bahwa dia mempunyai kekuatan yang melimpah-limpah yang berasal dari Allah. Dengan kekuatan Allah inilah Paulus menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan dalam pelayanannya. Paulus ditindas dan dianiaya.  Bahkan kematian membayang-bayangi setiap kiprah pekabaran Injil yang dilakukannya.  Paulus tidak menyerah terhadap semua itu.  Sebaliknya, Paulus bersaksi bahwa kehadiran kuasa Allah itu begitu nyata dalam pelayanannya.  Paulus tetap memberitakan Injil meski harus menghadapi semua risiko itu.

Ada tiga hal yang disebutkan Paulus sebagai alasan yang kuat untuk keberaniannya mengambil risiko dalam pemberitaan Injil. Pertama, melalui berbagai kesulitan itu kehidupan Yesus akan menjadi nyata dalam kehidupannya.  Kedua, agar jemaat yang dilayaninya mengalami kuasa Kristus yang hidup.  Ketiga, Paulus percaya bahwa kuasa kebangkitan Kristus lebih besar dari kematian yang membayanginya.

Meskipun menghadapi berbagai macam kesulitan dan penderitaan, Paulus yakin bahwa pelayanan pekabaran Injil yang dilakukannya akan berbuah.  Paulus yakin bahwa penderitaan yang dialaminya akan membuat semakin banyak orang percaya kepada Kristus.  Dengan kata lain, Paulus berani dan sanggup menghadapi risiko yang paling berat asalkan pelayanannya menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Allah.  Bagaimana dengan pelayanan Anda?

                  Jika Anda hidup bagi diri sendiri, Anda tidak akan sanggup
menghadapi penderitaan.

Jika Anda hidup bagi Allah dan sesama, Anda tidak akan gentar terhadap kematian.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»