suplemenGKI.com

Markus 1:4-11

 

“Terus-menerus Dibaharui”

Pengantar:
Hidup kita ini adalah terus-menerus aktif, aktif: berpikir, bergerak, berjalan dan berjuang menghadapi berbagai kondisi, pergumulan dan kerumitan hidup. Dengan demikian menjadi penting untuk di refresh terus-menerus agar tetap bisa efektif, berdaya-guna dan maksimal menjalani hidup ini. Ibarat Mobil agar awet dan tetap berdaya guna dengan baik maka harus rutin di service ke bengkel. Tema renungan kita hari ini adalah “Terus-menerus Dibaharui”

Pemahaman:

  1. Apa makna kemunculan Yohanes Pembaptis dan konteks peristiwa yang terjadi? (v. 4-6)
  2. Apa makna peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus dengan karya pelayanan-Nya (v. 7-11)

Kemunculan Yohanes Pembaptis di padang gurun dalam konteks bacaan kita adalah dilatar-belakangi oleh situasi hidup keagamaan Israel yang kehilangan hakekatnya. Hidup keagamaan hanya sekedar rutinitas-ritualitas kosong tanpa makna, hal tersebut jelas jika kita perhatikan Lukas 3:7-14 hidup mereka tidak menghasilkan buah, tidak ada kepeduliaan pada sesama, pejabat Bait Suci dan Pemimpin Agama tidak menjadi pemimpin dan pelayan umat yang baik. Di tengah situasi demikian Allah mengutus Yohanes untuk menyerukan pertobatan. Pertobatan yang diharapkan adalah pertobatan yang menuntut perubahan radikal atau menyeluruh secara terus-menerus. Seruan Yohanes dikaitkan dengan konteks seperti Padang Gurun, merupakan simbol suatu pertobatan berbalik arah dari hidup yang salah pada hidup yang benar. Penghayatan itu relevan jika dikaitkan dengan narasi kitab Keluaran di mana Padang Gurun menjadi sentral perubahan umat Israel dari budak di Mesir menjadi bangsa merdeka yang akan menuju tanah perjanjian. Pengembaraan di Padang Gurun akan berakhir ketika mereka menyeberangi Sungai Yordan memasuki Kanaan yang penuh susu dan madu lambang berakhirnya penderitaan dan hadirnya damai sejahtera. Kaitan seruan pertobatan dengan pembaptisan Yesus, bukan karena Yesus berdosa dan harus bertobat, melainkan: a) Menunjukan solidaritas Yesus bagi orang-orang yang menderita akibat dosa. Artinya Yesus bukan Allah yang bertahta di atas penderitaan umat tetapi Dia adalah Allah yang hadir di tengah umat yang menderita. b) Baptisan Yesus menandakan awal yang baru seluruh rangkaian karya penyelamatan-Nya bagi dunia. Jadi seruan pertobatan dan peristiwa pembabtisan Yesus adalah panggilan Allah bagi umat untuk terus-menerus dibaharui dari hidup lama pada hidup yang baru di dalam Yesus Kristus (Band. v. 8)

Refleksi:
Jika kita dengan jujur berefleksi tentang hidup beriman kita, mungkin kita juga sering terjebak pada rutinitas-ritualitas yang kosong, hal itu tampak ketika kita tidak menghasilkan buah-buah yang bermakna bagi sesama dan tidak memuliakan Tuhan.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita periksa hidup beriman kita, dan mengambil komitmen untuk memperbaiki hidup beriman kita dengan memohon pertolongan Roh Kudus.

Tekadku:
Ya Tuhan, ampuni jika hidup kami tidak menunjukan buah-buah yang memuliakan Engkau, baharuilah hidup kami terus-menerus agar hidup beriman kami memuliakan Engkau.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«