suplemenGKI.com

Keberanian Untuk Bersaksi

 

Kis 7 : 44-53

 

Pengantar
Hampir setiap orang dapat menceritakan pengalaman pribadinya dengan baik kepada teman, sahabat atau orang lain. Bahkan tanpa diperintahkanpun orang akan mudah bersaksi ketika ada kesempatan untuk menceritakan hidupnya sendiri. Namun bagaimana kalau kesaksiannya itu berkaitan dengan Kristus? Tentu hal ini akan berbeda, mari kita lihat bagaimana Stefanus bersaksi.

Pemahaman

Ay 44-45, apa yang disaksikan oleh Stefanus tentang nenek moyangnya?

Ay 46-50, apa yang disaksikan oleh Stefanus tentang Allah yang hidup?

Ay 51-53, apa yang Stefanus katakan tentang orang-orang Yahudi pada waktu itu?

Stefanus menyaksikan bahwa Tuhan telah memanggil Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan yang memanggil umatNya, Tuhan jugalah yang memelihara dan memperhatikan umatNya. Bahkan ketika umatNya menderita di tanah Mesir, Tuhan mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan bangsa Mesir. Tuhan pula yang menempatkan mereka ke tanah Kanaan melalui kepemimpinan Yosua. Sampai bangsa Israel memiliki raja di dalam pemerintahan kerajaannya.

Sampai tiba waktunya raja Daud mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan, dan Daud memohon supaya ia diperkenankan untuk membangun bait Allah, namun Tuhan mengijinkan Salomo yang membangun bait Allah bukan raja Daud. Hal ini bukan berarti Allah diam dalam buatan tangan manusia (Bait Allah saja), karena Tuhanlah penguasa alam semesta ini yang keberadaanNya tidak mungkin dibatasi dengan tempat buatan tangan manusia.

Stefanus menyebut orang-orang Yahudi sebagai orang-orang yang keras kepala, orang-orang yang tidak bersunat hati dan telinganya. Karena mereka semua menolak nabi-nabi yang datang atas nama Tuhan, bahkan mereka berani membunuh nabi-nabi Tuhan.

Stefanus mengungkapkan bahwa mereka telah menolak Yesus dan membunuhnya, padahal mereka mengerti isi Taurat Tuhan. Mereka mengerti Mesias akan datang namun mereka tidak mau menurutinya.

Stefanus dengan keberanian dari Roh Kudus menceritakan tentang panggilan Tuhan yang mula-mula kepada bangsa Israel, kemudian menyaksikan bahwa Tuhan Yesus yang dibunuh oleh mereka adalah Tuhan, Juruselamat dunia.

Bagaimana dengan kita menyaksikan kebesaran Tuhan Yesus kepada orang lain? Apakah kita masih menunggu waktu yang baik atau kesempatan yang baik?

Refleksi
Renungkanlah! Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk menyaksikan diri kita sendiri? Dan berapa waktu yang kita gunakan untuk menyaksikan Tuhan Yesus dalam hidup kita?

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah kami, kalau kami hanya menceritakan dan membanggakan diri kami sendiri, Ajarlah kami untuk berani menceritakan Yesus Kristus kepada orang lain. Amin

Tindakanku
Hari ini saya akan menceritakan Tuhan Yesus kepada teman yang saya jumpai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«