suplemenGKI.com

MEMANDANG MUKA: PERBUATAN DOSA DI HADAPAN ALLAH DAN SESAMA

Yakobus 2:8-13

 

Pengantar
Kemarin kita telah merenungkan bersama bahwa memandang muka bukanlah ekspresi iman yang sejati. Orang percaya yang memiliki komitmen untuk membangun relasi yang dekat dengan Tuhan, juga harus berkomitmen untuk membangun relasi dengan sesama. Perbedaan yang ada bukanlah halangan untuk berinisiatif melakukan kebaikan bagi orang-orang sekitar. Hari ini kita akan merenungkan kembali bahwa memandang muka juga merupakan perbuatan dosa di hadapan Allah dan sesama.

Pemahaman

  • Ayat 8-9         : Mengapa sikap memandang muka disebut sebagai perbuatan dosa?
  • Ayat 10          : Apa makna dari “seseorang yang menuruti seluruh hukum, tapi hanya mengabaikan satu hukum saja, ia bersalah seluruhnya” ?
  • Ayat 13          : Apa yang terjadi jika seseorang tidak mau meninggalkan sikap memandang muka dalam hidupnya?

Memandang muka disebut sebagai perbuatan dosa karena melanggar hukum Allah (ayat 9). Hal ini menunjuk pada hukum yang utama, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (ayat 8).  Mengasihi sesama maka sama halnya dengan menghormati orang lain. Perintah ini sangat relevan, karena pada saat itu terjadi krisisnya hubungan antar manusia (hubungan antara orang miskin dan orang kaya). Hukum ini dikutip dari Imamat 19:18, yang berisikan setiap warga Kerajaan diharuskan untuk mengasihi sesamanya seperti mengasihi dirinya sendiri. Ketika seseorang memandang muka atau memiliki sikap pandang bulu, maka dinyatakan oleh Hukum Taurat sebagai seorang yang melanggar seluruh hukum Taurat. Yakobus sebenarnya berusaha untuk mengungkapkan bahwa mengasihi orang kaya itu tidak ada salahnya, karena masuk dalam hukum kasih tersebut. Terlebih ketika kasih itu juga dinyatakan pada orang-orang yang dianggap lemah. Seseorang yang menuruti seluruh hukum, tapi hanya mengabaikan satu hukum saja, ia bersalah seluruhnya (ayat 10), yang mana mengandung makna bahwa seluruh hukum itu menekankan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dan saling berkaitan. Hukum Tuhan betapa berharga untuk ditaati. Oleh karena itu, jika seseorang tidak mau meninggalkan sikap memandang muka dalam hidupnya, maka ia akan berhadapan dengan penghakiman Allah (ayat 13). Sikap hidup yang seharusnya ditunjukkan adalah penuh belas kasih terhadap semua orang.

Refleksi
Sikap memandang muka adalah perbuatan dosa di hadapan Allah dan sesama. Sejauh mana kita mau menundukkan diri terhadap hukum-hukum Allah dalam hal mengasihi sesama tanpa membeda-membedakan satu dengan yang lain?

Tekadku
Tuhan, ampuni aku bila selama ini telah banyak menyakiti hati-Mu dan sesamaku. Ajarlah aku untuk dapat merubah cara hidupku sehingga kehadiranku dapat menjadi berkat untuk sesama. 

Tindakanku
Hari ini aku akan mendatangi salah satu orang yang mungkin selama ini aku abaikan dan pandang sebelah mata. Dengan kasih Tuhan, aku mau meminta maaf dan bersedia membangun kembali relasi demi hormat dan kemuliaan nama-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«