suplemenGKI.com

I Korintus 2:9-16

 

Roh Tuhan Memampukan Kita untuk Berubah

 

Pengantar
Betty Garner, seorang pakar pendidikan asal Amerika Serikat, dalam bukunya “Getting to Got It” (2007) memperkenalkan sebuah istilah “Metability” yang berarti kemampuan (ability) untuk berubah (meta). Menarik untuk disimak, Betty, dalam bukunya yang bukan buku rohani, justru memaparkan bahwa Metability ada di dalam dan dimulai dari dimensi spiritual seseorang.

Mengutip Yesaya 64:4, Rasul Paulus menulis dalam I Korintus 2:9-10 sebagai berikut “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Sebagai anak-anak Allah yang hidup dipimpin oleh RohNya (Roma 8:14), kita pun di minta agar tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubah oleh pembaharuan budi (hati dan pikiran) kita sehingga kita dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)

Pemahaman

Ayat 9-12             : Mata dan telinga merupakan alat pancaindera manusia yang biasa dipakai untuk menerima informasi untuk selanjutnya diproses pikir dalam otak. Menurut Sdr mengapa Tuhan menyatakan pesan melalui RohNya ke roh manusia (tanpa melalui pencaindera dan proses pikir manusiawi)?

Ayat 13-14          : Apakah yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus dengan kata-kata “berbicara dengan perkataan yang tidak diajarkan dengan hikmat manusia melainkan oleh Roh”?

Ayat 15-16          :  Apa yang dimaksud dengan “memiliki pikiran Kristus”? Bandingkan dengan Filipi 2:5

Berbeda dengan pernyataan Roh, pengajaran yang dilakukan dengan hikmat manusia bisa sangat menarik, namun tidak memiliki kekuatan..untuk memperbaharui pikiran dan perasaan manusia, apalagi hingga bisa memiliki pikiran dan perasaan seperti Kritus.

Refleksi
Apakah selama ini aku hanya mengandalkan hikmat manusia dalam upaya memahami Firman Tuhan sehingga belum mengalami pembaharuan cara berpikir?

Tekad
Aku ingin memiliki pikiran dan perasaan seperti pikiran dan perasaan Kritus.

Tindakan
Aku belajar meneladani Paulus yang lebih mengandalkan pengajaran Tuhan melalui pernyataan RohNya dan bersaksi dengan perkataan yang tidak diajarkan dengan hikmat manusia tetapi oleh Roh Tuhan.

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«