suplemenGKI.com

Jumat, 7 Mei 2021

06/05/2021

SAHABAT SEJATI

Yesaya 5:3-7

 

PENGANTAR
Bersahabat berarti saling mengusahakan yang terbaik.  Hal itu dilakukan bukan hanya dengan cara mengakui atau memuji kelebihan sahabatnya, melainkan juga mampu menegur apabila sahabatnya bersalah.  Sahabat sejati tahu kapan memuji dan kapan menegur dengan hati.  Kebenaran yang sama juga berlaku bagi Allah yang menegur Israel melalui Yesaya.  Mari kita membaca dan merenungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Apakah yang Yesaya katakan tentang kualitas Israel sebagai kebun anggur? (ayat 3b)
  • Apa yang akan pemilik lakukan kepada kebun anggur itu? (ayat 4-6)
  • Bagaimana tekad saudara meresponi tindakan Sang Sahabat Sejati? 

Kebanyakan orang sebisa mungkin menjaga hubungan baik dengan cara enggan memberikan teguran, terlebih kepada sahabatnya.  Padahal sebenarnya teguran menjadi cara terbaik untuk memperingatkan sahabatnya, tentu dengan cara yang baik.  Hal yang sama dilakukan Allah kepada Israel.  Melalui perumpamaan ini, Yesaya menggambarkan kebun anggur yang tampak subur dan indah dipandang mata karena pemiliknya merawat dengan baik: diberi pupuk, dicangkul, dan dibersikan dari batu-batu yang menghalangi pertumbuhan.  Bahkan di tengah kebun itu dibangun menara jaga, sebab anggur yang ditanam adalah anggur pilihan.

Kebun anggur yang dimaksud adalah gambaran tentang umat Israel, bangsa pilihan yang mendapatkan perlakuan secara khusus dari Allah itu.  Namun demikian mereka tidak menunjukkan kualitas hidup yang sesuai dengan harapan.  “…dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.”  (ayat 7).  Israel  gagal menjadi apa yang Allah inginkan.  Walaupun telah mengecap kebaikan-Nya tetap saja menjadi bangsa yang tegar tengkuk, bahkan menyakiti hati Allah dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari firman-Nya sehingga hal itu menimbulkan murka Allah.  “Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput” (ayat 5-6).  Karena telah mengecewakan, maka Allah bertindak atas Israel bukan karena Ia benci terhadap umat-Nya tetapi sebagai wujud kasih dan perhatian-Nya.

Hidup orang percaya seperti pohon anggur di hadapan Allah.  Tidak pernah Allah membiarkan tanpa merawat dan memeliharanya.  Setiap keadaan yang diijinkan dalam hidup merupakan kesempatan yang Allah berikan untuk memberi pertumbuhan agar pohon anggur kehidupan kita bertumbuh dan berbuah lebat.  Namun Allah sebagai sahabat sejati bukan hanya memberikan pupuk yang menumbuhkan, tapi juga pasti akan memotong dan membersihkan hal-hal yang mengganggu berbuahnya hidup kita.  Terkadang tampak seperti tidak mengenakkan, tapi bukankah Dia sebagai pemilik berhak mendapat yang terbaik dari hidup kita.  Mari hasilkanlah buah sebagaimana Allah menghendaki kita untuk berbuah.

REFLEKSI
Mari merenungkan: hanya tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya sajalah kita bisa bertumbuh dan berbuah.  Oleh sebab itu, mari setiap hari belajar firman-Nya sebab disanalah nasihat dan teguran Sang Sahabat itu dinyatakan dalam bagi kita.  

TEKADKU
Tuhan, tolonglah agar setiap hari aku menyediakan waktu belajar dan merenungkan kebenaran-Mu sebagai wujud kesediaanku dinasihati dan ditegur oleh Tuhan, Sahabat Sejatiku.  Tolonglah agar kami mampu bertumbuh dan berbuah menyenangkan hati-Mu.  

TINDAKANKU
Mulai hari ini aku menata kembali waktu-waktu yang aku pakai untuk belajar firman Tuhan.  Aku mau lebih serius menyediakan waktu bersama-Nya untuk mendengar nasihat dan teguran-Nya dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»