suplemenGKI.com

Jumat, 7 Juni 2013

06/06/2013

Galatia 1:11-24

 

Kasih yang Mengubahkan

 

Pengantar
Perubahan itu selalu memberikan pengharapan akan terjadinya pembaharuan ke arah yang lebih baik. Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana Allah membuat suatu perubahan yang berdampak pada keadaan yang lebih baik.

Pemahaman
-          ay. 13-14; Bagaimanakah gambaran kehidupan Paulus dalam agama
                                Yahudi? Bagaimana pula kehidupan Paulus setelah percaya 
                                Kristus?

-          ay. 15-24; Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan
                                 dalam diri rasul Paulus itu? Serta, bagaimanakah dampak
                                 perubahan tersebut?

Bacaan kita memberikan 4 (empat) pernyataan terkait dengan kehidupan rasul Paulus sebelum pertobatannya. Pertama, dengan tanpa batas ia menganiaya Jemaat Allah. Peran Paulus dalam kegiatan penganiayaan ini amatlah kentara. Dialah yang bertugas untuk menjaga pakaian orang-orang yang merajam Stefanus.  Kedua, ia berusaha membinasakan Jemaat Allah. Perjalanannya ke Damsyik, meski pada akhirnya perjalanan inilah yang berujung pada pertobatan Paulus, sesungguhnya adalah perjalanan  yang dirancang untuk mengejar dan membinasakan orang Kristen. Sedangkan ketiga adalah, Paulus lebih maju dari banyak teman yang sebaya. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat kecerdasannya dan ia adalah murid Gamaliel. Dan yang keempat adalah ia sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangnya. Kita dapat membandingkannya dengan pernyataan rasul Paulus dalam surat Filipi 3:5-6.

Gambaran kehidupan rasul Paulus ketika masih dalam agama Yahudi di atas amatlah menakutkan. Sebab, kekerasan yang dilakukannya berdasarkan paham keagamaan yang biasanya dianggap sebagai wahana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Bukankah ketika kita mendorong seseorang untuk bertobat, maka kita mendorongnya untuk aktif di kegiatan keagamaan agar semakin dekat dengan Tuhan? Lalu, kalau orang yang sudah berada pada jalur dekat dengan Tuhan masih melakukan tindak kekerasan, dengan cara apalagi ia dilembutkan?

Namun tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia menjumpai Paulus serta mengubahnya. Rasul Paulus mengalami pertobatan dalam perjalanannya menuju Damsyik. Kasih Allah itu telah mengubahkan kehidupan rasul Paulus, serta sekaligus juga membangkitan memberikan pengharapan bagi gereja mula-mula. Kehadiran rasul Paulus yang sudah mengalami pertobatan itu kemudian menjadi berkat bagi banyak orang. Ayat 24 mencatat bahwa orang-orang percaya memuliakan Allah karena melihat pertobatan rasul Paulus.

Refleksi
Kadang kita tenggelam dalam penyesalan atas kegagalan atau kesalahan yang kita perbuat. Hal ini membuat kita menjadi kecewa serta putus asa. Akan tetapi, bercermin dari pengalaman rasul Paulus, kita melihat bahwa Allah tidak pernah jijik terhadap orang berdosa sekalipun DIA selalu muak terhadap dosa. Allah juga sanggup mengubah para pendosa menjadi alat di tangan-Nya, bagi kemuliaan-Nya.

Tekad
Doa: Tuhan, ajar saya untuk berani datang kepada-Mu, memohon pengampunan serta pemulihan-Mu. Ajar saya untuk berserah sepenuhnya ke dalam tangan-Mu, untuk Kau bentuk seturut kehendak-Mu. Amin.

Tindakan
Mari mengakhiri saat teduh hari ini dengan menyanyikan lagu: “Bagaikan Bejana” 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»