suplemenGKI.com

MELAYANI SESAMA YANG MELUKAI KITA

Kisah Para Rasul 8:14-17

 

Pengantar

Apakah Saudara percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara secara pribadi? Jika ya, sejak kapan Saudara percaya? Lalu, apakah Saudara sudah menerima Roh Kudus? Mungkin Saudara pernah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Lalu bagaimana jawaban yang kita berikan? Renungan hari ini sangat terkait dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mari kita renungkan dengan seksama.

Pemahaman

-   Menurut Saudara, apakah orang-orang Samaria itu sungguh-sungguh telah percaya kepada Kristus? Mengapa demikian?

-   Apakah turunnya Roh Kudus perlu melalui penumpangan tangan?

Di dalam ayat-ayat sebelumnya dijelaskan bahwa Filipus telah memberitakan Injil kepada orang-orang Samaria, kelompok orang yang sebelumnya dibenci oleh orang-orang Yahudi. Lalu di ayat 14 dikatakan bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah. Hal ini menegaskan kalau orang-orang Samaria sudah percaya kepada Kristus. Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan bahwa orang-orang Samaria itu belum sepenuhnya percaya kepada Kristus. Namun demikian ada suatu hal yang menurut Petrus dan Yohanes seharusnya terjadi tapi tidak terjadi, yaitu Roh Kudus belum turun ke atas orang-orang Samaria tersebut. Hal itu berarti seharusnya Roh Kudus turun atas orang-orang Samaria pada waktu mereka percaya. Justru belum turunnya Roh Kudus ke atas mereka itu adalah suatu hal yang seharusnya tidak terjadi. Sehingga yang perlu menjadi patokan adalah pada waktu orang percaya kepada Kristus, pada waktu itulah orang tersebut menerima Roh Kudus, seperti yang dikatakan di dalam Efesus 1:13 yaitu setiap orang yang mengaku percaya kepada Kristus, maka ia dimeteraikan dengan Roh Kudus pada waktu ia percaya.

Melihat ada “ketidak-beresan” tersebut rasul Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas orang-orang Samaria itu serta berdoa supaya mereka beroleh Roh Kudus. Tindakan para rasul ini membuahkan hasil, yaitu orang-orang Samaria menerima Roh Kudus. Tindakan rasul Petrus dan Yohanes yang menumpangkan tangan dan berdoa memohon pencurahan Roh Kudus atas orang-orang Samaria itu bukanlah tindakan yang perlu dijadikan standar agar orang menerima Roh Kudus, melainkan suatu momentum yang digunakan Allah untuk membukakan hati para rasul bahwa Allah menerima orang-orang Samaria yang selama ini mereka musuhi. Karena itu seharusnya para rasul juga menerima orang-orang Samaria tersebut.

Refleksi

Belajar dari kisah pencurahan Roh Kudus atas orang-orang Samaria itu, apakah kita pernah bertindak seperti yang dilakukan para rasul? Berdoa bagi mereka yang tidak kita sukai atau kita benci, agar kuasa Allah juga bekerja di dalam kehidupan mereka?

Tekad

Doa: Bapa surgawi, tolonglah saya untuk memiliki hati yang mau berdoa bagi orang yang telah melukai hati saya, agar kuasa-Mu juga bekerja secara nyata di dalam kehidupan orang tersebut. Amin.

Tindakan

Saya akan berdoa paling sedikit untuk seseorang yang telah menyakiti hati saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«