suplemenGKI.com

1Korintus 2:1-5.

 

“Bergantunglah Pada Hikmat Roh Kudus Senantiasa”

Pengantar:
Kekuatan pengaruh suatu daerah terhadap perkembangan, pertumbuhan dan pergaulan seseorang sangatlah kuat. Itu sebabnya ketika seseorang tinggal di sebuah daerah dalam waktu yang cukup lama, ia akan dengan mudah terpengaruh dengan gaya hidup, logat bicara dan bahasa di daerah tersebut, sekalipun ia tidak lahir di daerah tersebut. Seorang teman saya yang merantau ke Jakarta, setelah sekian lama tinggal di Jakarta ketika ia pulang ia menjadi seperti orang Jakarta, gaya hidupnya, logat bicaranya dan bahasanya seperti orang Jakarta padahal dia bukan lahir di Jakarta. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya pengaruh suatu daerah terhadap perkembangan seseorang. Bacaan kita hari ini berbicara tentang Rasul Paulus menegaskan bahwa ia memberitakan tentang Kristus dengan kekuatan Roh kepada jemaat di Korintus yang sudah terpengaruh oleh filsafat Yunani. Apakah yang bisa kita pelajari dari bacaan surat 1Korintus 2:1-5 ini? Mari kita telusuri.

Pemahaman teks:

  1. Apakah yang hendak ditekankan oleh Rasul Paulus melalui pernyataannya di ayat 1-3?
  2. Apakah tujuan Rasul Paulus melalui pernyataannya pada ayat 4-5?

Pada 1 Korintus 1:2 dijelaskan bahwa surat Rasul Paulus ini ditujukan kepada jemaat di Korintus. Korintus adalah sebuah kota yang berada atau terletak di negara Yunani. Yunani adalah sangat terkenal dengan kekuatan filsafatnya, para filsuf Yunani sangat mengagungkan hikmat atau kebijaksanaannya. Hikmat atau kebijaksanaan adalah merupakan buah pikiran manusia termasuk para filsuf Yunani, dan sudah bukan rahasia lagi bahwa Negara Yunani adalah gudangnya para filsuf terkenal dan dihormati, maka buah pemikiran mereka juga sangat diagungkan. Di tengah kondisi demikian Paulus menekankan sekaligus mengingatkan jemaat Korintus, bahwa dia tidak datang dengan hikmat dan kebijaksanaan manusia, bahkan dia dengan tegas memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa termasuk tidak mengandalkan hikmat manusia selain Yesus Kristus. Apa yang disampaikan oleh Paulus itu adalah bertujuan agar jemaat Korintus tidak mudah terpengaruh terhadap hikmat manusia, melainkan berfokus pada Kristus yang sudah tersalib dan mati untuk menebus dosa manusia. Di sisi lain Paulus juga sangat menekankan bahwa pemberitaannya hanya berdasarkan kekuatan Roh, dengan demikian berarti dia tidak ingin memanipulasi kuasa dan pertolongan Roh Kudus dalam kesaksiannya. Karena bagi Rasul Paulus kesempatan untuk memberitakan tentang Yesus yang menyelamatkan adalah semata-mata karena anugerah Allah. Di ayat 5 ia berkata “supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” tujuannya, agar iman jemaat Korintus sungguh-sungguh berfokus dan bergantung pada kuasa Roh Rokus, bukan pada  kefasihan pemberitaan diri sendiri.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Pernahkah saudara berpikir bahwa lingkungan di mana saudara tinggal, sangat kuat pengaruhnya bagi hidup saudara, termasuk bagi pertumbuhan iman saudara kepada Tuhan? Tidak jarang lingkungan kita memang menjadi penghambat pertumbuhan iman kita. Agar kita tidak mudah terpengaruh bergantunglah hanya pada pertolongan Roh Kudus.

Tekadku:
Tuhan, bimbing dan lindungilah saya dari pengaruh-pengaruh lingkungan yang seringkali menghambat pertumbuhan iman saya kepada Engkau.

Tindakkanku:
Saya mau belajar untuk tidak mengandalkan hikmat manusia dalam menjalani hidup ini, melainkan selalu belajar bergantung pada hikmat dan kekuatan Roh Kudus agar tidak mudah terbawa arus dunia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«