suplemenGKI.com

“Dia Sukses” Irikah saya?

Maleakhi 3:13-18

Pengantar
                Setiap orang pasti ingin berhasil dalam karir dan hidupnya. Maka banyak orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh supaya hidupnya sukses. Dipihak lain orang yang melihat temannya berhasil atau sukses ada yang menjadi iri atau bahkan tidak senang dengan keberhasilan temannya sendiri. Bagaimana dengan orang-orang yang percaya kepada Tuhan melihat keberhasilan orang-orang dunia yang tidak percaya kepada Tuhan?

Pemahaman
Ay 13-15, Apa yang sedang menjadi pergumulan bangsa Israel?
Ay 16, Apa yang Tuhan jawab dari pergumulan bangsa Israel?
Ay 17, Apa yang dijanjikan Tuhan kepada orang yang percaya kepada-Nya?
Ay 18, Apa yang Tuhan harapkan kepada orang-orang yang percaya?

Bangsa Israel mengalami pergumulan yang sangat berat, mereka percaya kepada Tuhan namun hidupnya menderita. Mereka juga melihat orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan namun hidupnya baik-baik saja dan bahkan mujur. Maka diantara mereka mulai muncul pembicaraan yang meremehkan Tuhan dan menganggap Tuhan itu tidak ada lagi. Mereka beranggapan, buat apa rajin beribadah dan taat terhadap hukum-hukum Tuhan kalau akhirnya hidup dalam penderitaan? Sedangkan orang yang tidak percaya pada Tuhan hidupnya baik dan mujur, mereka juga tidak dihukum atau diganjar oleh Tuhan.

Bangsa Israel tidak pernah menyadari mengapa mereka mengalami penderitaan ini? Sesungguhnya para pemimpin rohani mereka telah melakukan kecemaran dihadapan Tuhan, pencemaran terhadap korban-korban bakaran, melakukan penipuan terhadap Tuhan, dan melakukan pengajaran yang serong. Di antara bangsa Israel ada banyak orang  yang melakukan kawin campur dengan bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan dan banyak yang melakukan perceraian. Ini adalah perbuatan yang keji di hadapan Tuhan, mereka tidak menjaga hidup kudus di hadapan Tuhan.

Namun Tuhan tetap menuntut bangsa Israel menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan, bahkan sekalipun mereka melihat orang fasik baik dan mujur, mereka diharapkan tetap setia. Tuhan juga mengingatkan bangsa Israel bahwa semua orang yang takut akan Tuhan, kehidupannya dicatat dalam kitab kehidupan. Tuhan tidak pernah melupakan milik kesayangannya sampai pada kesudahan dunia ini.

Maka yang terpenting bukan melihat keberhasilan / kehebatan orang lain, namun melihat bagaimana Tuhan tetap berkenan pada kehidupan kita itu jauh lebih penting.

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit dan renungkan: Apakah saya iri dengan orang yang berhasil dalam hidupnya? Apakah saya bisa melihat Tuhan bekerja dalam hidup saya?

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah saya kalau sering iri melihat orang lain yang berhasil dalam hidupnya, bahkan sempat meragukan Tuhan. Ajarkan saya selalu melihat Tuhan bekerja dalam hidup saya.

Tindakanku
Hari ini saya ingin melihat Tuhan campur tangan dalam hidup saya, saya akan mengawali hidup ini dengan doa-doa syukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«