suplemenGKI.com

BERJAGA-JAGALAH

Bacaan:
Lukas 21:25-36

Pengantar
Sering kali kita menghubungkan kata berjaga-jaga dengan tugas seseorang yang memang harus menjaga sesuatu, misalnya polisi, satpam, atau tentara. Mereka itu kita kaitkan dengan tugas berjaga untuk keamanan lingkungan maupun keamanan negara. Tahukah Saudara bahwa berjaga-jaga juga menjadi urusan kita secara pribadi terutama berkaitan dengan hari Tuhan.

Pemahaman
Ayat 25-26, Peristiwa apakah yang terjadi pada waktu itu?
Ayat 27-28, Apa yang akan dilakukan oleh Anak Manusia?
Ayat 29-33, Apa maksud Yesus membandingkan “waktu itu” dengan “musim panas”?
Ayat 34-36, Sikap apakah yang seharusnya ditunjukkan menjelang “hari Tuhan”?

Tuhan Yesus menggambarkan akan datangnya Anak Manusia ke dalam dunia ini dengan peristiwa yang sangat menggemparkan, adanya perubahan besar tatanan tata surya, bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi gelombang laut, banyak orang akan mati ketakutan. Dalam keadaan demikian orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan disertai dengan kekuasaan dan kemulianNya.

Peristiwa yang besar (kedatangan Yesus yang kedua ke bumi ini) tersebut akan terjadi dan disertai oleh tanda-tanda yang mendahuluinya. Maka Yesus mengingatkan mereka untuk memperhatikan tanda-tanda tersebut, seperti memperhatikan akan datangnya musim panas.

Yesus mengajarkan kepada mereka untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Anak Manusia dengan sikap menjaga hati supaya tidak dicemari oleh hal-hal yang bersifat duniawi.

Yesus juga mengajarkan supaya mereka berjaga-jaga dengan berdoa agar mendapat kekuatan dari Tuhan.

Yesus mengingatkan bahwa peristiwa besar itu pasti terjadi, dan orang-orang yang percaya diharapkan untuk senantiasa berjaga-jaga supaya imannya tidak menjadi lemah. Dan karena tidak ada seorangpun yang tahu kapan datangnya Anak Manusia kedua kalinya di dunia ini, maka berjaga-jaga menjadi sikap yang paling bijak yang dapat kita lakukan.

Berjaga-jaga bukan sikap yang pasif, namun sikap yang aktif karena kita terus-menerus menjaga hubungan kita dengan Tuhan dan sesama supaya tetap diperkenan olehNya.

Refleksi
Merenungkan beberapa menit, untuk hal ini: apakah yang aku kejar dalam dunia ini? Apakah yang aku kerjakan di dunia ini membuat Tuhan senang kepadaku atau tidak? Sudahkah aku meluangkan waktu bersama dengan Tuhan (dalam doa atau saat teduh)?

Tekadku
Mempraktekkan hidup yang berjaga-jaga dengan menjaga hati untuk menjauhkan dari hal-hal duniawi, dan memperbanyak waktu dengan Tuhan, baik dalam doa atau waktu teduh pribadi.

Tindakanku
Memberikan waktu bersama dengan Tuhan hari ini 15 menit, sebagai sikapku untuk berjaga-jaga senantiasa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«