suplemenGKI.com

KITA PASTI SELAMAT

Yesaya 25:1-9

 

Pengantar

Apakah Saudara bisa menyanyikan lagu “ Ke rumah tempat yang senang”?

Ke rumah tempat yang senang, di mana tidak lagi p’rang.

Dan tidak sukar dan cela, ke situ aku rindulah”.

Lagu ini merupakan nyanyian pengharapan akan masa depan kehidupan kita.  Di tengah pelbagai himpitan kehidupan, apakah Saudara memiliki pengharapan akan TUHAN yang terus mengerjakan karya keselamatan? Apakah Saudara mengarahkan langkah kehidupan menuju rumah  keselamatan?

Pemahaman

  • Ayat 1-5 : Apakah yang membuat Yesaya menyanyikan syukur kepada TUHAN?
  • Ayat 6-9 : Bagaimanakah gambaran akan masa depan yang dirindukan oleh umat TUHAN?

Dalam bacaan hari ini,  Yesaya menaikkan syukur kepada TUHAN atas karya ajaib-Nya bagi umat-Nya. TUHAN menyelamatkan umat-Nya dengan cara yang luar biasa. Dalam ayat 1-5 kita melihat karya TUHAN yang melepaskan umat-Nya dari penindasan. TUHAN menjadi tempat pengungsian umat-Nya yang lemah dan miskin. TUHAN menghancurkan kekuatan jahat; orang lemah dan miskin yang tertindas mendapatkan perlindungan. Sebenarnya umat tidak yakin bahwa mereka akan dibebaskan dari kekuasaan bangsa lain yang menindas. Namun ternyata karya ajaib TUHAN telah mereka rasakan. Bahkan  dalam ayat 6 – 9 dinyatakan sebuah berita pengharapan bahwa TUHAN  akan menyiapkan perjamuan yang sangat melimpah di gunung Sion. Segala bangsa akan menikmati  perjamuan itu dengan sukacita.  Perjamuan itu penuh damai  dan sukacita sebab maut tidak lagi berkuasa.  Maut atau kematian yang dimaksud di sini bukan hanya kematian fisik tapi mengacu pada kekuatan destruktif yang merusak kemanusiaan; kekuatan ini menelan hati nurani manusia. Pada perjamuan hari akhir, kemanusiaan yang sejati dibangun kembali, tiada lagi air mata dan penghinaan. Aib dan air mata umat-Nya telah dihapuskan oleh TUHAN.  ( ayat 8 ).

Sesungguhnya TUHAN terus mengerjakan karya keselamatan bagi umat-Nya. TUHAN tidak pernah membiarkan umat-Nya berjuang sendirian dalam penderitaan. Namun persoalannya,  seringkali umat merasa berjuang sendirian. Akibatnya umat merasa tak kuat dan kehilangan semangat. Padahal TUHAN sedang berkarya untuk menyelamatkan umat-Nya.

Dalam menjalani kehidupan di masa pandemi Covid 19 ini, ada banyak orang yang sedang bergumul dengan kehidupan yang berat. Dalam kehidupan keluarga di jaman ini, juga tak sedikit keluarga yang bergumul dengan kehidupan berat yang menyesakkan.  Apapun himpitan besar yang sedang menekan Saudara, jangan pernah kehilangan pengharapan. Yakinlah bahwa TUHAN sedang mengerjakan karya ajaib yang tak pernah Saudara pikirkan. Dia sedang menyiapkan masa depan bahagia dan penuh damai sejahtera bagi Saudara dan keluarga. Maka jangan hanya mengeluh akan kesulitan saat ini tapi arahkanlah pandangan ke depan, yakinlah bahwa ada keselamatan besar yang menanti Saudara dan keluarga. Kita pasti selamat! Bersyukurlah untuk setiap proses kehidupan yang TUHAN ijinkan terjadi dan terus berpengharapanlah  akan keselamatan masa depan yang terus menanti.

Refleksi:
Dalam keheningan, rasakan dan lihatlah kehidupan Saudara dan keluarga. Apakah terasa berat dan menyesakkan ataukah ringan dan bahagia? Bila memang Saudara sedang dihimpit beban kehidupan,  apakah yang Saudara lakukan: banyak berkeluh kesah ataukah terus berpengharapan pada TUHAN yang sedang menyiapkan karya besar keselamatan bagi Saudara dan keluarga?

Tekadku:
Ya TUHAN, mampukanlah aku terus berpengharapan akan karya keselamatan yang sedang Engkau kerjakan bagiku dan keluargaku. Berikanlah aku keyakinan iman dan pengharapan bahwa kebaikan dan keselamatan dari-Mu selalu menopang keluargaku sekarang ini maupun di masa depan.

Tindakanku:

  • Aku akan mengganti keluh kesah dengan ucapan syukur untuk setiap hal yang kuhadapi saat ini.
  • Aku akan menyemangati keluargaku di tengah segala beban kehidupan saat ini dengan setiap pagi sujud bertelut di hadapan TUHAN untuk menaikkan doa ucapan syukur bersama.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«