suplemenGKI.com

Yohanes 6:25-40

MENCARI YESUS, DEMI APA?

PENGANTAR
Ketika Yesus mengajar dan membuat mukjizat, ribuan orang berbondong-bondong mengikuti Dia dan tidak ingin kehilangan Dia. Apakah hal ini membuat Yesus senang? Ternyata tidak. Yesus tahu bahwa orang-orang tersebut sesungguhnya bukan mencari Dia, melainkan mencari roti untuk mengenyangkan perut mereka. Kenyataan yang memprihatinkan seperti itu masih terjadi di masa kini. Banyak orang mengikut Yesus demi mendapatkan berkat dari-Nya, bukan untuk melakukan kehendak-Nya.

PEMAHAMAN

Ay. 25-35   Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai roti hidup (ay. 35). Menurut Anda, apa hubungan kiasan “roti hidup” yang digunakan Yesus ini dengan sikap orang banyak itu terhadap Yesus? (lihat ay. 26-27)

Ay. 36-40   Apa tujuan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai roti hidup? Bagaimana seharusnya mereka bersikap terhadap Yesus?

Bagi para pendengar Yesus pada waktu itu, roti adalah makanan pokok, sama seperti nasi bagi kita yang hidup di Indonesia. Jika kita bekerja untuk mencari sesuap nasi, mereka bekerja untuk mendapatkan sepotong roti. Karena roti itu juga mereka terus-menerus mencari Yesus (ay. 25-26). Mereka telah kenyang oleh roti yang diberikan oleh Yesus dan jika mereka lapar lagi, mereka berharap mendapatkan lagi roti itu. Dalam kesempatan inilah Yesus mengajak mereka mencari “roti” yang lebih baik daripada roti yang sebelumnya mereka nikmati. Roti ini lebih baik dari roti yang mereka kenal karena diberikan sendiri oleh Bapa di sorga. Mereka pun tertarik oleh tawaran Yesus dan meminta Yesus memberikan roti itu kepada mereka.  Yesus kemudian menjelaskan bahwa diri-Nya sendirilah roti itu, dan Dia menyebutnya sebagai “roti hidup”.

Dengan menyebut diri-Nya “roti hidup”, Yesus mengajak mereka menerima-Nya dan percaya kepada-Nya sebagai orang yang diutus oleh Allah. Allah mengutus Yesus bukan untuk menjadi seorang pembuat roti yang dapat mengenyangkan perut mereka. Allah mengutus Yesus agar mereka memperoleh hidup yang kekal (ay. 38-40). Satu-satunya cara untuk memperoleh “roti hidup” itu adalah dengan percaya kepada-Nya (ay. 29, 38). Ironisnya, lebih banyak orang yang memilih roti jasmani yang diberikan Yesus daripada memilih Yesus sendiri, sang roti hidup itu.

REFLEKSI
Jika perhatian kita hanya tertuju kepada berkat-berkatNya, kita justru akan kehilangan Dia, sang pemberi berkat.

TEKADKU
Tuhan, aku mau mengarahkan hati dan pikiranku kepada-Mu agar aku semakin memahami kehendak Bapa bagiku.

TINDAKANKU
Dalam waktu satu minggu ke depan, aku akan membaca salah satu Injil dalam Perjanjian Baru – dari awal sampai selesai – agar aku semakin mengenal Kristus yang telah diutus Bapa untuk melakukan kehendak-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«