suplemenGKI.com

Filemon 1-21

CARA PANDANG TERHADAP SESAMA        

 

PENGANTAR

Surat Filemon adalah surat penggembalaan pribadi Paulus terhadap Filemon, seorang pemimpin jemaat di Kolose.  Isi surat ini adalah permintaan Paulus kepada Filemon untuk menerima kembali Onesimus, mantan budaknya yang telah lari meninggalkannya dan kemudian menjadi murid Paulus.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana sikap Paulus terhadap Filemon ketika dia akan mengirimkan Onesimus? (ayat 9, 10, 14, 21)
  2. Bagaiamana cara pandang Paulus terhadap Filemon & Onesimus? (ayat 1, 7, 16-17, 20)
  3. Bagaiamana cara pandang kita terhadap sesama yang pernah melakukan kesalahan, tetapi kemudian mau memperbaharuhi hidupnya?

Paulus adalah seorang bapa rohani yang sangat memperhatikan anak-anak rohaninya, walaupun sebagaian besar waktunya dihabiskan dalam penjara.  Dalam bagian ini Paulus sangat memperhatikan kehidupan Filemon sebagai pelayan jemaat dan memperhatikan Onesimus sebagai muridnya yang baru bertobat.  Paulus mengajak Filemon menerima Onesimus, yang telah melakukan kesalahan, untuk kembali bersama Filemon dan menerimanya sebagai saudara seiman.  Yang menarik, Paulus tidak pernah memaksakan maksud baiknya kepada Filemon.  Dia lebih suka menggunakan kata “meminta” (ayat 9) atau “permintaan” (ayat 10, 21) dan “dengan sukarela” (ayat 14) daripada kata “memerintah” (ayat 8) dan “dengan paksa” (ayat 14).  Hal itu berarti Paulus menganggap Filemon bukan semata-mata sebagai muridnya, tetapi lebih pada sebagai rekan sekerja atau saudara yang sejajar (ayat 1, 7, 17, 20).  Secara dewasa, Paulus ingin memperhadapkan Filemon pada pilihan tindakan sendiri sebagai orang percaya, yaitu apakah bersedia mengampuni dan menerima kembali Onesimus.  Bahkan sekarang sebagai saudara seiman (ayat 16).  Atau, apakah barangkali Filemon menolaknya dan menuntut Onesimus secara hukum?  Paulus juga memandang Onesimus sebagai ‘anakku, dalam Kristus, yang aku peroleh dalam penjara” (ayat 10).  Sikap seperti itulah yang dipilih Paulus untuk menjadi jembatan terjalinnya persaudaraan kasih antara Filemon dan Onesimus.

Sikap Paulus terhadap Filemon dan Onesimus ini ditentukan oleh cara pandangnya terhadap mereka.  Paulus memiliki cara pandang Allah terhadap Filemon dan Onesimus.  Paulus tidak memaksa Filemon dan tidak juga mengasingkan Onesimus sebagai orang yang tidak berguna.  Sejak Onesimus menyesali perbuatannya dan bertobat, Paulus menerimanya sepenuh hati sebagai saudara kekasih.  Cara pandang inilah yang Paulus harapkan dari Filemon.  Cara pandang Ilahi. 

REFLEKSI
Cara pandang Anda terhadap saudara seiman yang pernah berbuat dosa dan kemudian bertobat akan menentukan sikap kita. 

TEKADKU
Mari kita merenungkan: tanpa sadar, seringkali kita memiliki cara pandang yang menghakimi orang lain, yang sesungguhnya telah bertobat, namun karena tak kuasa menerima penolakan kita, maka kembali ke jalannya yang salah.

TINDAKANKU
Aku akan menerima kembali ………. (sebutkan nama) sebagai saudara seiman dan teman sekerja bagi Kristus, walaupun dia pernah melakukan kesalahan.  Aku akan belajar memiliki cara pandang Ilahi terhadap sesama dalam usahanya memperbaiki diri dari kesalahan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«