suplemenGKI.com

Jumat, 6 Mei 2016

05/05/2016

DASAR KESATUAN

Yohanes 17:14-24

 

PENGANTAR
Ibarat sebuah rumah yang mempunyai banyak kamar dan beragam perabotan di dalamnya, namun berdiri di atas satu fondasi, demikian juga dengan persekutuan orang percaya.  Meski berbeda pemahaman, ekspresi, budaya dan lain-lain, namun semuanya mempunyai dasar kesatuan yang sama. Apa yang menjadi dasar kesatuan itu?  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

Ayat 14, 15: Apa yang melatarbelakangi doa Yesus buat para murid-Nya?

Ayat 16-19: Apa yang Yesus minta di dalam doa buat para murid-Nya?

Ayat 21-23: Apa yang menjadi dasar/fondasi/teladan kesatuan orang percaya?

Menurut Anda bagaimana kualitas kesatuan percaya saat ini?

Menurut Anda apakah dasar persekutuan menentukan kualitas kesatuan?

Perikop kali ini dalam versi Yohanes merupakan bagian perkataan Yesus menjelang jalan salib yang membawa-Nya sampai ke bukit Golgota. Satu-satunya ‘beban’ menjelang kematian-Nya adalah sikap para murid yang masih mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka (Luk. 9:46-48).  Persoalan internal ini akan semakin memperlemah kesatuan para murid, mengingat “dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia ini” (ay.14).  Itu sebabnya, Yesus berdoa “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau” (ay.21).  Isi doa Yesus ini mengajarkan kepada para murid, termasuk orang-orang percaya di sepanjang abad dan tempat, bahwa dasar persekutuan dimana kesatuan umat dimulai dan ditumbuhkembangkan adalah kesatuan Yesus dengan Bapa, “sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau” (ay.21).  Bahkan kesatuan Yesus bersama Bapa membawa implikasi bagi kesatuan umat, “agar mereka juga di dalam Kita” (ay.21b).

Artinya, kesatuan Yesus dengan Bapa menjadi dasar kesatuan orang-orang percaya, apapun latar belakangnya.  Meskipun di dalam kemanusiaan-Nya, Yesus bergumul menjalani jalan salib, namun semua harus Ia dijalani di dalam kesatuan rencana kekal Allah Bapa bagi keselamatan manusia melalui percaya kepada Yesus Kristus.  Kesatuan Yesus dan Bapa tidak terpisahkan oleh apapun.  Kesatuan seperti ini menjadi dasar kesatuan orang-orang percaya;  karena di dalam kesatuan Yesus dengan Bapa, kitapun turut disatukan.  Maka, tidak boleh ada satu keadaan apapun yang seolah sah memisahkan orang-orang percaya dari persekutuan/tubuh Kristus.   Sebab di atas keunikan yang mungkin sedang atau berpotensi dipersoalkan, semua orang percaya disatukan di atas dasar pengakuan kepada Allah melalui putra tunggalnya Yesus Kristus.   Jadi mari wujudkan kesatuan tubuh Kristus di atas dasar kesatuan Yesus dengan Bapa-Nya, tidak lagi bicara soal perbedaan.

REFLEKSI                                                                          
Mari merenungkan: Kesatuan Yesus dan Bapa merupakan dasar kesatuan kita dengan sesama sebagai orang-orang percaya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk meneladani dan mengupayakan kesatuan dalam pertumbuhan iman dan pelayanan bagi nama-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau mewujudkan keteladanan itu melalui sikap hidup yang tidak membedakan di manapun aku berada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»