suplemenGKI.com

Jumat, 6 Juli 2018

05/07/2018

KUAT KARENA KASIH KARUNIA ALLAH

2 Korintus 12:7-10

 

Pengantar

Kita pasti sudah banyak mendengar tentang Grezia Epiphania yang mengalami keterbatasan dalam penglihatan sejak lahir. Pada waktu ia lahir, kedua bola mata Grezia berselaput putih. Namun dalam keterbatasan dan kelemahannya, ia menjadi seorang anak yang dipakai oleh Tuhan. Grezia memiliki bakat bernyanyi dan bermain piano. Lagu-lagu yang ia nyanyikan telah menjadi berkat bagi banyak orang. Kisah ini menginspirasi bahwa di dalam keterbatasan yang dialami, sebenarnya kita masih bisa kuat bertahan dalam menghadapi hidup dan panggilan pelayanan. Seperti juga yang dialami oleh rasul Paulus. Ia mengalami kelemahan baik secara fisik maupun mental. Namun, ia tetap gigih berjuang dalam panggilan pelayanannya di tengah kelemahan yang ia hadapi. Bagaimana Paulus bisa melewatinya? Mari kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 7-8         : Apa maksud “duri dalam daging” yang dialami oleh Paulus ?
  • Ayat 9a           : Apa makna jawaban yang diberikan Tuhan kepada Paulus?
  • Ayat 9b-10    : Bagaimana respon Paulus atas kelemahan yang ia alami?

Paulus yang saat itu diberi suatu duri ( skolops ) dalam daging ( sarx ) agar Paulus tidak meninggikan diri ( v.7 ). Kelemahan yang dialami oleh Paulus bukan sekadar “penolakan” oleh lawan Yahudinya atau umatnya sendiri, tapi lebih kepada penderitaan fisik yang dialami Paulus ( 1 Kor.2:3; 2 Kor.1:9; 2 Kor.7:5 ). Memang ada juga yang mengatakan bahwa Paulus menderita rabun mata yang membuat dia hampir buta. Paulus menyadari keberadaannya yang tak mudah sebagai seorang pekabar Injil. Sekuat-kuatnya Paulus, hatinya juga mengalami kepedihan. Bahkan Paulus berseru pada Tuhan agar mengangkat penderitaannya, namun jawab Tuhan: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” ( v.9.)“kasih karunia” yang dimaksud adalah kemurahan, kuasa, dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang untuk menanggung penderitaannya. Dengan kekuatan sendiri tidak mungkin orang mampu menanggung penderitaan, tapi karena kasih karunia Tuhan, ia dimampukan menanggung penderitaan.Paulus sadar bahwa ia bukan siapa-siapa tanpa anugerah Allah. Paulus seorang yang bengis pada akhirnya dimenangkan dan menjadi utusan Allah. Tidak hanya berhenti sampai di situ saja, tetapi ia juga terus bergumul dalam penderitaannya sebagai seorang pemberita Injil. Namun, ia bukan seorang yang terus menerus meratapi dan mengasihani dirinya, ia mau bangkit dan terus berjuang, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus ( Filipi 4:13 ). Paulus dimampukan menanggung penderitaannya karena ada kekuatan kasih Karunia Allah.Oleh karena itu Paulus tidak lagi merasakan kekuatiran. Ia meyakini bahwa ketika ia lemah, maka ia kuat karena kasih karunia Allah yang memampukannya untuk tetap bertahan melayani Tuhan sampai kesudahannya.

Refleksi
Ambillah secarik kertas, dan tuliskan: hal-hal apa sajakah yang membuat saudara seringkali menyerah atas kesulitan dalam hidup dan pelayanan? Pandang sejenak tulisan yang saudara buat. Tanamkan bahwa yang menjadi penghiburan atas segala kesesakan dan kelemahan yang kita hadapi adalah kasih karunia Allah. Ketika kita lemah, maka kita kuat karena kasih karunia Kristus itu diam dalam hidup kita.

Tekadku
Tuhan, ajarku untuk tidak mengeluh dan menyerah atas kelemahan yang ada. Tuntunlah aku agar dapat menghargai kasih karunia-Mu yang menopangku

Tindakanku
Di dalam kelemahan yang ada saat ini:…. (sebutkan), aku akan giat untuk menjalani kehidupan maupun pelayananku bersama kasih karunia Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»