suplemenGKI.com

Matius 3:1-12

KHOTBAH YANG MENGUBAHKAN

PENGANTAR

“Khotbah seperti apakah yang Anda sukai?” Jika pertanyaan ini diajukan kepada orang-orang Kristen, apa jawaban mereka? Pada kenyataannya, sebagian besar orang Kristen – mungkin termasuk kita sendiri – lebih menyukai khotbah yang ringan dan lucu, yang membuat kita senang tertawa. Kebanyakan kita tidak suka terhadap khotbah-khotbah yang “isinya terlalu berat” atau menuntut kita melakukan hal-hal yang sulit, apalagi jika disampaikan dengan tegas dan keras. Mungkin hal inilah yang ikut membuat pertumbuhan rohani kita menjadi lambat. Atau bahkan, membuat kita tidak pernah merasa perlu bertobat

PEMAHAMAN

Ay. 1-6        Cobalah bayangkan, jika Yohanes Pembaptis ada di hadapan Anda, pengkhotbah seperti apakah dia? Berita apa yang disampaikannya?

Ay. 7-10      Mengapa Yohanes Pembaptis marah kepada orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki? Apa yang salah dengan sikap mereka?

Yohanes Pembaptis tidak  termasuk pengkhotbah yang ringan dan lucu. Khotbahnya yang berisi teguran dan ajakan untuk bertobat disampaikannya dengan tegas dan keras, bahkan disertai dengan ancaman hukuman. Siapa yang menyukai khotbah semacam ini? Jelaslah bahwa ini bukan khotbah yang populer dan disukai semua orang. Di zaman sekarang, khotbah semacam ini bisa membuat para pendengarnya marah dan sakit hati. Namun, pada kenyataannya, khotbah Yohanes menyentuh hati banyak orang. Banyak orang yang mengaku dosa dan dibaptiskan (ay. 5-6).

Kedatangan orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki membuat Yohanes Pembaptis marah. Yohanes Pembaptis tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran mereka. Mereka tidak pernah merasa bahwa mereka termasuk di antara mereka yang dapat ditimpa murka Allah karena mereka adalah keturunan Abraham. Mereka merasa tidak perlu bertobat, namun pada kenyataannya mereka tidak pernah menghasilkan buah-buah pertobatan. Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa mereka juga akan dihakimi dan akan menerima hukuman. Jadi, mereka datang kepada Yohanes Pembaptis bukan karena ingin bertobat, melainkan karena alasan yang lain. Mungkin, mereka datang hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka mengenai Yohanes Pembaptis.

REFLEKSI

Khotbah seperti apakah yang Anda cari selama ini? Khotbah yang menyenangkan atau khotbah yang mengubahkan?

TEKADKU

Ya, Tuhan berikan aku hati yang tulus untuk memeriksa diri setiap hari dan menyadari dosa-dosaku, sehingga aku tidak lagi menganggap diri sudah benar dan tidak membutuhkan pertobatan.

TINDAKANKU

Selama seminggu ini aku akan berdoa agar Tuhan menunjukkan berbagai hal yang selama ini masih perlu aku perbaiki dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«