suplemenGKI.com

ROMA 15:4-6

PERSEKUTUAN YANG PEDULI DAN SALING MENGUATKAN

 

Pengantar
Kota Roma adalah kota terpenting dalam Perjanjian Baru. Salah satu kota metropolitan yang sangat berpengaruh. Masyarakatnya hidup dalam persaingan yang cukup ketat dan keras hingga mempengaruhi kehidupan berjemaat. Jemaat Kristen di kota Roma adalah jemaat yang tidak didirikan oleh Paulus. Namun mereka memiliki hubungan yang baik dan Paulus merasa bertanggungjawab terhadap persoalan yang sedang mereka hadapi.

Persoalan yang muncul ditengah persekutuan jemaat Kristen di kota Roma adalah adanya dominasi jemaat Kristen Yahudi. Mereka selalu menganggap diri sebagai yang ‘kuat’ dan merasa lebih dibandingkan jemaat Kristen Yunani. Jemaat Kristen Yahudi merasa memiliki kualitas iman yang lebih baik dibandingkan jemaat Kristen Yunani. Hal itu justru menjadi sebuah kesombongan hingga menimbulkan konflik yang mengarah pada perpecahan.

Pemahaman
Ayat 4-6               Nasihat apa yang disampaikan Paulus kepada Jemaat Kristen di kota Roma ?

Paulus dalam suratnya menyampaikan sebuah nasihat penting, bahwa sesungguhnya dalam sebuah persekutuan jemaat haruslah hidup saling menopang dan menguatkan.  Tidak lagi melihat jemaat Yahudi lebih kuat dan jemaat Kristen Yunani lemah. Yang terutama adalah bagaimana yang kuat tidak memikirkan dirinya sendiri namun memikirkan saudara-saudaranya yang lemah juga.

Paulus mengingatkan keteladanan Kristus, dimana Kristus telah memperlihatkan kerendahan hati (ayat 4). Sikap rendah hati inilah yang seharusnya dibangun dalam persekutuan dan bukan arogansi. Yang kuat sudah seharusnya menopang yang lemah. Yang kuat sudah seharusnya memperlihatkan kasihnya kepada yang lemah. Yang kuat sudah seharusnya membimbing yang lemah.

Uraian Paulus dalam teks bacaan memperlihatkan bahwa masalah yang terjadi dalam tubuh jemaat sebenarnya adalah karena masih munculnya ego dari anggota jemaat Kristen Yahudi yang merasa lebih baik dari sesamanya.

Dalam kehidupan berjemaat dimasa sekarang, ego masih menjadi masalah utama yang perlu dikendalikan oleh masing-masing anggota. Keteladanan Kristus sangatlah jelas. Kristus mengajarkan setiap orang untuk memiliki kerendahan hati dan memiliki solidaritas terhadap sesamanya. Yang kuat tentu harus menopang yang lemah. Hal itu berlaku dalam banyak hal.

Refleksi
Dalam kehidupan persekutuan, mengendalikan ego merupakan hal yang tidak mudah. Kecenderungan untuk menganggap diri lebih baik dari yang lain seringkali muncul dan mewarnai kehidupan berjemaat. Nasihat Paulus tidak semata-mata bicara tentang masalah yang ‘kuat’ dan ‘lemah’. Nasihat Paulus justru terpusat pada sikap hidup yang rendah hati, saling menopang dan menguatkan. Persekutuan yang didalamnya nama Tuhan dipuji dan dimuliakan adalah persekutuan yang memperlihatkan sikap iman yang benar.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup dalam persekutuan yang benar. Mampukan kami tidak mementingkan diri sendiri namun mengutamakan orang lain.

Tindakanku
Membangun relasi yang baik dengan sesama dipersekutuan. Mengedepankan kepentingan bersama. Tidak dominan dan mendominasi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«