suplemenGKI.com

Matius 3:7-12

“Iman Kristen yang Hidup”

 

PENGANTAR

Tidak sedikit orang Kristen terjebak dalam legalisme hidup yang tidak mengakar dengan tepat. Hasil yang ditimbulkan tentunya bukan menuntun orang dalam kebenaran, melainkan justru membuat orang frustrasi, terpuruk, dan terbuang, sementara yang legalis menjadi semakin berjarak dengan orang lain. Hari ini mari kita belajar dari teguran Yohanes Pembaptis untuk menjalani hidup kita dengan benar dan menjadi berkat.

 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 7: Mengapa Yohanes Pembaptis menegur orang Farisi dan orang Saduki demikian keras?
  2. Ayat 9: Mengapa mereka merasa yakin dapat melarikan diri dari murka Allah?
  3. Ayat 8: Apa inti teguran Yohanes kepada mereka?
  4. Apa yang bisa Anda pelajari dari teguran Yohanes pembaptis bagi orang-orang Kristen zaman sekarang?

Diantara orang banyak yang datang kepada Yohanes, ada orang Farisi dan Saduki diantaranya. Mereka ini adalah keturunan Yahudi yang sangat membanggakan diri sebagai keturunan Abraham. Dengan keyahudian dan garis keturunan, mereka sudah merasa cukup layak untuk terhindar dari murka Allah, apalagi dengan hukum Taurat yang mereka miliki dan dijadikan pedoman hidup. Yohanes menegur mereka dengan keras justru karena kesombongan mereka dan kepalsuan hidup mereka. Teguran Yohanes pada intinya menekankan pentingnya menjalani hidup sesuai dengan apa yang kita imani. Dengan kata lain, siapa dan apa yang kita percayai akan nampak dalam buah-buah pertobatan yang manis dan selaras dengan iman mereka. Kelak Tuhan akan menghakimi setiap orang dan menilai buah-buah apa yang sudah kita hasilkan sebagai orang Kristen. Hari ini kita diingatkan bahwa iman Kristen itu bukan semata “nama agama” yang melekat karena keturunan, bukan juga hanya ajaran hidup yang tidak berujung pada praktik hidup. Iman Kristen berarti percaya Yesus dan itu ditunjukkan dengan perubahan hidup yang nyata. Semakin kita sering berhubungan dengan Tuhan, seharusnya semakin banyak perubahan hidup itu nampak dalam diri kita, bukan terjebak dalam kepalsuan.

REFLEKSI

Sudah berapa lama Anda menjadi orang Kristen? Bagaimana dengan kekristenan Anda selama ini? Hanya sekedar label, aturan agama, keturunan, ritual agamawi, atau kekristenan yang dibangun dalam hubungan dengan Kristus dan itu mewarnai segala tingkah laku, perbuatan dan pikiran, serta cara-cara kita menjalani hidup ini secara menyeluruh?

TEKADKU

Bapa Surgawi, kami tahu bahwa waktu memang bukan indikator kedewasaan rohani seseorang. Namun kami pun menyadari bahwa akan sayang sekali jika sudah sekian lama kami menjadi orang Kristen, namun tidak ada perubahan apapun dalam hidup kami. Tolonglah kami ya Bapa agar orang lain mampu melihat ada Engkau dalam hidup kami pada saat kami hidup sesuai jati diri dan panggilan kami sebagai anak-anakMu. Amin

TINDAKANKU

Hari ini aku akan menunjukkan jati diriku sebagai orang Kristen dengan cara berani menyatakan kesalahan dan menuntun orang yang hidup pada kebenaran, agar mereka dan diriku tidak terjebak dalam kepalsuan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«