suplemenGKI.com

Iman Tidak Menuntut Alasan Untuk Taat Dan Setia

(Ibrani 11:3-16)

Dunia ini penuh dengan alasan, saudara bisa telusuri hampir setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia selalu dilakukan karena memiliki alasan. Alasan yang sarat dengan tuntutan dan kemudia kejelasan selanjutnya fakta baru bisa manusia melakukan aktivitas dan kegiatan. Semuanya harus jelas dan masuk akan.

Suatu kali seorang anak muda diperhadapkan dengan sebuah tantangan, yaitu dia diminta untuk menyelam di dalam ari sebuah danau yang airnya memang gelap dan keruh untuk mengambil sesuatu yang katanya sangat bernilai tinggi, yaitu emas seberat lima ratus gram. Tantangan tersebut ternyata menarik perhatiannya, karena itu ia ingin mencoba melakukannya. Tetapi sekalipun ia sangat berambisi untuk menerima dan melakukan, anak muda ini meminta syarat-syarat yang akan memberikan kemudahan, sekaligus seakan-akan dia ingin tahu terlebih dulu keadaan danau itu, posisi emas di dalam danau dan peralatan yang dibutuhkan. Semuanya ingin jelas dahulu. Jika sudah demikian maka jangankan anak muda yang kuat dan cepat anak kecilpun pasti mampu melakukannya. Dan jelas itu bukan tantangan lagi tetapi sama dengan mengambil emas itu di laci meja yang hanya tinggal tarik dan ambil.

  • Apa yang menjadi latar belakang sehingga Abraham disebut orang beriman yang taat dan disebut Bapak orang beriman (8-12)
  • Mengapa orang yang sudah mati dan tidak memperoleh apa-apa yang dijanjikan Tuhan tetapi mereka disebut juga orang beriman? (13-16)

Renungan:

Penulis Ibrani dalam pasal 11:8-16, memunculkan seorang tokoh terkenal yaitu Abraham, yang disebut Bapak orang beriman. Sekilas dalam bagian ini kita menjumpai sebuah nilai diri Abraham yaitu Taat. Ketika ia dipanggil untuk melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dia tidak memiliki alasan-alasan untuk tidak taat melakukan perinta Tuhan kepadanya.

Lebih jelas ketika kita membahas tentang Abraham di kitab Kejadian (Pasal 12-21) paling tidak kita jumpai empat hal yang istimewa dari Abraham, sehingga ia disebut bapak orang beriman. Satu: Abaham taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya untuk pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya (Kej 12) Dua: Abraham adalah pribadi yang selalu respon terhadap Tuhan melalui Ibadahnya (setiap kali ia berada di suatu tempat baru ia selalu mendirikan mezbah dan memanggil nama Tuhan. Tiga: Ketika dia berdoa untuk Sodom dan gomora yang merupakan kota terjahat saat itu (Kej 18) Empat: Dia setia menanti najnji keturunan yang Allah janjikan kepadanya sampai masa tuanya (kej 21)

Itulah sebabnya Abraham sering disebut sebagai seorang yang memiliki iman dan bertindak berdasarkan iman. Dengan ketekunannya, kesetiaannya dan kesabarannya dalam menantikan janji Tuhan bahkan dia tidak pernah menuntut Tuhan dalam ketekunannya menanti janji Tuhan.

Mereka yang sudah mati juga berbicara tentang Abraham dan Sara istrinya (band Kej 21:4, 23:4) Mereka dianggap orang asing dan untuk kuburan saja membeli dari orang lain. Sebuah gambaran bahwa memang menjalani kehidupan yang beriman kepada Allah tidak selalu harus semuanya beres dan tersedia baru mau percaya. Tetapi bagaimana dalam keadaan tidak mudahpun tetap memiliki iman dan percaya.

Saudara, mengikut Tuhan jangan pernah berpikir satu sisi saja,  yaitu senangnya, nyamannya dan baiknya. Tetapi juga ketekunan, ketaatan dan kesetiaan itu baru teruji dan menunjuk sebuah iman yang bertumbuh apabila kita, di tengah-tengah kesulitan, kekurangan dan persoalanpun tetap mempercayai Tuhan, sehingga kita tetap menjadi orang-orang yang tekun, setia dan taat kepada Allah.

“Dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena itu akan menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah

dicurahkan di dalam hati kita”

(Roma 5: 2-5)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«