suplemenGKI.com

Melayani Allah yang Mulia

2Korintus 4:1-2

Pengantar

Ayat-ayat ini mengingatkan pada 3:7dst. Paulus masih menjelaskan sikapnya kepada jemaat Korintus masa itu.Pertentangan sikap antara Paulus dengan mereka nampak jelas. Perkembangan umat di sana nampaknya tidak seperti yang dia inginkan. Nampak budaya khas kota besar yang rumit berpengaruh kuat pada jemaat itu. Ini membuat geram Paulus, karena banyak bertentangan dengan ajaran Kristus.

Pemahaman

Ay. 1      : Mengapa Paulus tidak tawar hati dalam melayani?

Ay. 2      : apakah yang dilakukan Paulus dalam pelayanan?

Kali ini Paulus menjelaskan bahwa mereka melakukan pekerjaan pemberitaan Injil itu berdasarkan belas kasih Allah.Karena itu dia tidak tawar hati, apapun yang dia hadapi.Allah adalah Roh, dan Roh Tuhan menguasai mereka.Mereka tidak punya alasan untuk patah semangat, karena Roh Tuhan ada pada mereka, menyemangati mereka.

Selanjutnya Paulus menyebutkan 4 hal yang ia lakukan dalam pelayanan: [a] Menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan, artinya tidak mau terlibat atau melakukannya; [b]Tidak berlaku licik (har: tidak berjalan dalam tipu muslihat),artinya, tidak berperilaku licik, tidak melakukan tipu muslihat; [c]Tidak memalsukan firman Allah, atau tidak memelintir perkataan Allah. Artinya, tidak menyimpangkan atau mengganti-ganti firman Allah menjadi bermakna tidak sebenarnya; [d] Menyerahkan diri (untuk dipertimbangkan). Secara harfiah kata Yunaninya sama dengan yang untuk “kami memujikan diri (kami)” di 3:1. Masih dalam rangka membela diri terhadap orang-orang yang masih meragukan niatnya, Paulus di sini memang berusaha memberitahukan bagaimana dia bekerja, yaitu dengan “menyatakan kebenaran dan …”. Dia mengajukan berbagai sifat baik yang telah dia lakukan “untuk dipertimbangkan oleh semua orang”, (har: kepada hati-nurani semua orang). Paulus minta mereka menilainya bukan dengan pertimbangan akal mereka, tetapi dengan pertimbangan hati nurani, supaya dapat menilai dengan jujur baik buruknya. “Di hadapan Allah” tentu saja, yang berarti Allah sebagai saksi mereka semua

Refleksi

Menjadi umat Tuhan berarti menjadi orang yang merdeka. Ini tidak berarti kita bebas dari kesulitan hidup, melainkan kita tidak terikat atau dikuasai kesulitan.Sebagai umat merdeka kita sadar Tuhan ada bersama kita.Dia menyemangati kita untuk menjalani hidup ini sebagai pelayanan kepada Allah, secara jujur dan benar, sehingga orang bisa melihat jelas cahaya kemuliaan Kristus dalam diri kita.

Tekad

Saya mau hidup dengan cara lebih bersemangat dan benar

Tindakan

Mulai lebih bersemangat melakukan hal-hal sederhana dalam hidup sehari-hari

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«