suplemenGKI.com

Awas Penyesatan

 

Matius 18:6-11

 

Pengantar
                Kalau kita bicara penyesatan biasanya kita langsung menuding orang lain yang berbuat bukan kita sendiri. Dengan mudahnya kita menuduh orang lain pasti yang melakukan dan kita yang diminta untuk berjaga-jaga dari penyesatan itu. Siapakah yang biasanya menjadi korban dari penyesatan itu? Korban penyesatan biasanya mereka yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik atau iman. Korbannya acapkali anak-anak / remaja yang masih mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang menyesatkan. Bagaimana tanggapan Yesus untuk hal ini?

Pemahaman
Ay 6, Apa yang dikatakan Yesus tentang penyesatan terhadap anak-anak?
Ay 7, Apa yang dikatakan Yesus tentang dunia ini dikaitkan dengan penyesatan?
Ay 8-9, Apa yang Yesus katakan tentang penyesatan itu?
Ay 10-11, Apa yang Yesus ungkapkan tentang anak-anak kecil?

Tuhan Yesus sangat serius mengingatkan orang banyak untuk menolong, menopang dan membimbing anak-anak mereka, supaya hidup anak-anak mereka pada jalan yang benar. Maka apabila ada orang dewasa yang menyesatkan anak-anak kecil yang percaya pada Yesus maka lebih baik orang dewasa itu ditiadakan. Tentunya pernyataan ini adalah pernyataan yang sangat keras dan tegas dari Tuhan Yesus  kepada orang dewasa yang menjadi penyesat.

Tuhan Yesus mengingatkan banyak orang bahwa tidak mungkin dihindari penyesat itu datang, tapi Yesus mengecam bahwa mereka yang menyesatkan itu pasti hidupnya celaka.

Disisi lain Tuhan Yesus mengajak orang banyak untuk berani mengintrospeksi diri. Yesus mengajak untuk melihat semua anggota tubuh kita dengan baik, apakah dari anggota tubuh kita ada yang menjadi penyesat, kalau ada segera disingkirkan. Maksud Tuhan Yesus bukan untuk membuat tubuh kita cacat, namun menjaga agar anggota tubuh ini tidak menjadi penyesat bagi anggota tubuh yang lain. Maka antara anggota yang satu dengan yang lain harus saling menjaga supaya tidak ada anggota tubuh yang menyesatkan. Yesus mau mengajak orang banyak untuk waspada terhadap penyesatan dimulai dari anggota tubuh kita masing-masing atau dari diri sendiri terlebih dahulu.

Jika anggota keluarga tidak disesatkan oleh anggota keluarga yang lain maka keluarga itu akan bertumbuh menjadi keluarga yang kuat. Kalau keluarga menjadi kuat maka penyesat dari luar akan sangat sulit masuk ke dalam keluarga kita.

Refleksi
Ambil waktu sebentar untuk merenungkan: Apakah keluargaku sudah cukup kuat untuk menghadapi penyesatan? Apakah saya sudah ambil peran untuk menjadi anggota keluarga yang kuat?

Tekadku
Ya Tuhan, sering kali kami berdoa supaya Tuhan yang menjagai keluarga kami dari penyesatan, padahal kami tidak melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap penyesat, ampunilah kami ya Tuhan

Tindakanku
Sebagai anggota keluarga saya akan ambil peranan yang jelas supaya saya dan keluarga saya siap menghadapi penyesatan dengan baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«