suplemenGKI.com

Jumat, 5 Juni 2020

04/06/2020

CARA PANDANG TUHAN

Mazmur 8

 

PENGANTAR
Pernahkah saudara merasa kehilangan harapan? Seolah menjadi beban bagi orang lain karena kondisi yang saudara alami?  Saudara meyakini sudah berbuat yang terbaik, tetapi yang terjadi lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan, lalu mulai menuduh diri sendiri? Puncaknya, tuduhan pun dialamatkan kepada Tuhan.  Seolah Dia tidak peduli dan sengaja menyusahkan hidup kita.  Setiap orang mungkin pernah atau bahkan sedang mengalami pergumulan semacam itu. Benarkah Tuhan demikian?  Bacaan hari ini fokus pada bagaimana Tuhan memandang kita sebagai ciptaan-Nya yang mulia.  Mari kita renungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang pemazmur pahami tentang karya Tuhan sebagai pencipta? (ayat 1-4, 8-10)
  • Apa yang pemazmur pahami tentang cara pandang Tuhan terhadap manusia? (ayat 5-7)
  • Bagaimana seharusnya saudara memandang diri sendiri sebagai ciptaan?

“Tidak ikut makan nangka, tapi kena getahnya” menjadi pepatah yang menggambarkan sikap manusia terhadap Tuhan, khususnya ketika mengalami pergumulan hidup.  Tidak hanya menilai diri sendiri gagal, tapi juga mempertanyakan dan kemudian menyalahkan Tuhan.  Terlepas dari apapun yang menjadi sumber persoalannya, manusia perlu terus belajar memandang dirinya sebagaimana Tuhan memandang.  Ada tiga kebenaran tentang manusia yang pemazmur lantunkan melalui pujiannya.  Pertama, Allah menempatkan manusia pada posisi “hampir sama seperti Allah” (ayat 6a).  Manusia sebagai ciptaan ditempatkan lebih mulia dari ciptaan lainnya.  Hal ini terkait dengan kebenaran kedua, yaitu Allah telah memahkotai manusia dengan “kemuliaan dan hormat” (ayat 6b) berupa kemampuan akal dan budi.  Allah memberikan kemampuan dan kepercayaan agar manusia mengelola bumi  menjadi lebih baik.  Fakta ini pun merupakan kebenaran bagaimana Allah memandang manusia sebagai ciptaan-Nya yang baik adanya; sekaligus jawaban atas pertanyaan, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?” (ayat 5)

Apakah Allah tidak tahu bahwa manusia penuh dosa dan kelemahan?  Apakah Allah tidak kecewa atas kegagalan manusia yang senantiasa berulang?  Allah tahu! Namun Allah tetap mengasihi manusia dengan segala konsekuensinya.  Inilah misteri kasih Allah yang agung itu.  Allah tetap melayakkan manusia dalam anugrah-Nya untuk mengalami pembaharuan hidup.  Bukan hanya itu, Allah juga meneguhkan keyakinan manusia bahwa Ia selalu mengerjakan yang terbaik.  Bahkan di setiap musim kehidupan, Allah hadir dan menyertai manusia.  Jadi, apapun yang menjadi tantangan dan kesulitan hari ini serta nanti, pakailah cara pandang Tuhan. Jangan pernah menghina diri sendiri dengan penilaian yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Sebaliknya, yakinkanlah bahwa Tuhan telah mempercayakan kemampuan agar kita mampu memaksimalkan diri sesuai dengan kehendak-Nya yang mulia.  Pakailah cara pandang Tuhan sebagai alasan untuk terus mengembangkan diri dan menjadi berkat bagi orang lain.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Pakailah cara pandang Tuhan yang memandang mulia manusia, bukan untuk mengasihani diri, tetapi sebagai alasan untuk terus berbenah dan mengembangkan diri menjadi berkat dalam kehidupan.

TEKADKU
Tuhan terimakasih sudah mengingatkanku melalui firmanMu. Ajar aku senantiasa menyelaraskan cara pandangku dengan kasih dan anugrah Tuhan yang memuliakan diriku. Ajar aku menghargai diri sebagaimana Tuhan menghargai dan memberi kesempatan padaku untuk menjadi lebih baik. 

TINDAKANKU
Tuhan, aku yang pernah gagal dan pernah tidak menghargai diri, hari ini aku mau menghargai diriku; mau memberi kesempatan diriku; mau memperbaiki diriku dengan cara kembali melakukan ………… (sebutkan kegagalan yg pernah saudara alami) sebaik-baiknya dan mempercayai bahwa segala rancangan-Mu indah bagiku. Amin

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»