suplemenGKI.com

1 Korintus 9 : 16-23

HIDUP DALAM INJIL KRISTUS

 

PENGANTAR
Inti dari seluruh kehidupan orang Kristen adalah berpusat kepada Kristus. Di dalam Kristus kita mendapatkan anugerah keselamatan, kita dipimpin dalam kebenaran-Nya dan secara terus- menerus kita dibaharui-Nya agar kita memiliki karakter Kristus. Dengan terus tinggal didalam Kristus akan membuat kita semakin memahami kehendak-Nya.

Dalam anugerah-Nya kita dituntun pada panggilan untuk hidup dalam Kristus dan bagi Kristus. Renungan hari ini akan membimbing kita memahami panggilan dan tanggung jawab kita sebagai orang Kristen.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dapat kita pahami dari kalimat, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” ? ( ayat 16)
  2. Bagaimana Paulus menghidupi Injil Kristus, sehingga Injil Kristus terpancar dalam kehidupan sehari-hari ? ( ayat 19-23 )

Rasul Paulus memahami hidupnya adalah berpusat kepada Kristus, dari Kristus dan untuk Kristus. Dalam pemahaman seperti itu maka Paulus sadar betul bahwa ada tugas dan tanggung jawab yang tidak boleh dilupakan. Frasa, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”. Kalimat tersebut lahir dari kesadaran rasul Paulus bahwa memberitakan Injil adalah Amanat Agung Yesus Kristus ( Mat 28 : 19-20 ). Amanat Agung adalah perintah yang harus dilakukan, mau tidak mau, suka tidak suka, hal itu merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan. Bahkan dikalimat sebelumnya dikatakan oleh Paulus, “Itu adalah keharusan bagiku”, istilah “keharusan” adalah menekankan suatu kewajiban yang mutlak dan harus dilakukan. Tujuannya adalah supaya Paulus dapat memenangkan sebanyak mungkin orang berdosa bagi Kristus. Karena semua orang telah berdosa dan memerlukan keselamatan.

Memberitakan Injil adalah Amanat Agung, itu berarti keharusan namun  memberitakan Injil tidak dapat dipisahkan dari hati yang dipenuhi dengan cinta kasih Kristus. Cinta kasih Kristuslah yang mula-mula merangkul kita sehingga dalam kobaran cinta kasih Ilahi itulah yang memampukan kita untuk merangkul orang lain dengan tulus dan menerima mereka apa adanya. Frase, “Demikian bagi orang Yahudi, aku menjadi seperti orang Yahudi,…..bagi orang-orang yang hidup dibawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat dst… “ ( 20-22). Semuanya itu dilakukan oleh rasul Paulus dengan tulus, penuh kesabaran dan pengampunan karena Injil Kristus (23) agar orang lain mendapat keselamatan. Namun yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah bahwa tugas memberitakan Injil adalah tanggung jawab kita semua. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Tahukah anda bahwa tugas memberitakan Injil adalah tugas semua umat percaya termasuk anda ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah kami karena kami sering lalai akan tugas dan tanggung jawab kami untuk memberitakaan Injil Kristus. Tuntunlah kami untuk memiliki cinta kasih Kristus yang terpancar dalam kehidupan nyata sehari-hari.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memberitakan Injil dengan cara menyapa dan bercerita tentang kebaikan Tuhan kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«