suplemenGKI.com

Mazmur 85:9-14.

 

Indahnya Kehidupan Ketika Umat Diam Mendengar Firman Tuhan

 

Pengantar:

Seorang pemuda bernama Tyler Perry dibesarkan dalam keadaan miskin di New Orleans dalam sebuah rumah tangga yang digambarkannya sebagai “dilukai oleh penganiayaan” keluarga. Kondisi itu membuatnya melarikan diri ke Atlanta dan hidup sebagai tunawisma di jalanan. Hidup di jalanan, setiap hari ia mendengar kata, kalimat, bisikan yang semakin menenggelamkan masa depannya, ia merasa hidup ini benar-benar tidak adil. Namun dalam keadaan yang mengkuatirkan masa depannya, Tyler masih tetap menjaga gema suara firman Tuhan yang telah mengisi hidupnya semasa ia aktif di sekolah minggu. Tyler percaya bahwa jika Tuhan bisa mengizinkan seseorang turun sampai serendah mungkin, maka Tuhan yang sama pasti akan mengizinkan seseorang untuk naik lebih tinggi, asal ia masih mendasarkan hidupnya dengan Firman Tuhan. Tyler kini bukan lagi seorang tunawisma jalanan, tetapi pemberita Kristus bagi banyak orang di setiap sudut jalan kota.

 

Pemahaman:

  1. Apa yang termuat dalam pernyataan pemazmur di ayat. 9?
  2. Suasana apa yang hendak digambarkan oleh pemazmur dalam 10-14?

 

Kalimat “Aku mau mendengarkan apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan”

sebuah gaya bahasa penegasan untuk tenang, diam dan fokus kepada firman Tuhan. Seolah semua kegiatan berhenti untuk memberi kesempatan kepada firman Tuhan. Rupanya sudah lama suasana itu dirindukan pemazmur, dan kini Tuhan menjawab kerinduan itu. Firman Tuhan yang diperdengarkan pasti akan membawa kedamaian, pengharapan dan sejahtera.

Keyakinan pemazmur akan kedamaian, pengharapan dan sejahtera dari Allah dijelaskan dengan gamblang memakai berbagai personifikasi, untuk menjelaskan betapa nyata keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan dari Allah. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman, kesetiaan akan tumbuh, keadilan akan menjenguk, negeri akan memberikan hasilnya, keadilan akan berjalan di depanNya, akan membuatkan jejak kakiNya. Semua bahasa personifikasi untuk sebuah suasana indah ketika manusia mau mendengar firman Tuhan dengan benar. Bahkan Allah akan menyediakan apa yang dibutuhkan manusia dan menuntun mereka ke jalan yang benar. Pada masa Adven ini kita perlu banyak berhenti, teduh, tenang dan diam mendengarkan firman Tuhan melawat kita, agar suasana kedamaian, pengharapan dan kesejahteraan hadir dalam hidup kita.

 

Refleksi:
Mari berhenti sejenak dari berbagai kesibukan, dan diamlah agar firman Tuhan berbicara tentang kedamaian, pengharapan dan kesejahteraan dalam hidup kita.

 

Tekad:
Tuhan, mungkin selama ini aku belum menyediakan hati yang diam mendengarkan pesan firmanMu, sehingga tidak ada kedamaian, pengharapan bahkan sejahtera, ampuni aku Tuhan.

 

Tindakan:
Selagi Tuhan masih berkenan menyapaku dnegan firmanNya, aku akan berjuang untuk diam, tenang dan teduh menyambut firman Tuhan  itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«