suplemenGKI.com

Iman yang benar selalu mencakup keseluruhan dimensi kehidupan seseorang termasuk di dalamnya dimensi sosial, relasi antar sesama manusia khususnya dalam hal memperlakukan orang lain. Iman yang benar ditunjukkan melalui tindakkan secara konkrit. Orang yang mengklaim bahwa dia memiliki iman maka itu akan ditunjukkan melalui tindakkan atau perbuatan seperti yang diucapkannya dan selalu selaras dengan kebenaran Tuhan. Iman yang benar juga ditunjukkan dengan melakukan suatu tindakan bukan berdasarkan pilihan melainkan merupakan panggilan untuk menyatakan bukti dari buah keselamatannya.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Apakah yang hendak ditonjolkan melalui pertanyaan: Apakah gunanya….dalam ayat 14 itu?

2.      Apakah yang hendak dijelaskan melalui sebuah kasus yang diungkapkan dalam ayat 15-16?

3.      Apakah yang hendak dipakai penulis untuk menggambarkan tentang iman yang benar dalam ayat 17?

 

Renungan:

            Pertanyaan “Apakah gunanya…” bisa diartikan sebagai upaya untuk menemukan, mencari atau mengharapkan sesuatu nilai dari kehidupan seseorang yang mengklaim diri memiliki iman agar nilai yang diharapkan itu dapat menjawab berbagai hal yang menjadi kebutuhan atau harapan dari seseorang yang beriman, namun “Apakah gunanya…” juga bisa diartikan bahwa: Jika ada orang yang berkata bahwa dia memiliki iman tetapi tidak bisa menjawab sama sekali kebutuhan yang diharapkan, maka yang paling baik adalah orang tersebut tidak pernah ada keberadaannya. Keberadaan seseorang baru bisa disebut mempunyai keberadaan atau eksistensi apabila dia mampu menghadirkan pengaruh atau dampak bagi setiap yang ada di sekitarnya, baik itu pengaruh yang langsung melalui perbuatannya ataupun tidak langsung melalui apa yang diucapkannya. Iman yang berguna adalah iman yang menyelamatkan, karena iman itu berasal dari Tuhan Yesus yang keberadaanNya nyata telah menyelamatkan orang berdosa yang percaya kepadaNya. Demikianlah seharusnya iman yang dimiliki oleh orang yang percaya kepada Kristus, ia akan berdampak bukan saja bagi keselamatan dirinya sendiri tetapi juga bagi keselamatan orang lain, iman yang demikian lah yang disebut iman yang hidup.

            Apa yang diucapkan orang yang tidak memiliki iman yang hidup bisa diibaratkan sebagai menabur angin atau sebuah pemungkiran dari kenyataan iman yang sebenarnya. Pemungkiran dalam arti ia mengerti bahwa perbuatan iman itu bukan sekedar berwujud kata-kata hiburan atau janji belaka tetapi disertai dengan tindakkan nyata, tetapi karena ia hanya tahu tentang iman namun dia sendiri sebetulnya tidak memilikinya maka apa yang diucapkannya itu hanya kosong atau tidak berguna.

            Iman dan perbuatan itu adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat dipisahkan atau bisa dimiliki salah satu saja. Gambaran iman yang benar seperti kehidupan yang memiliki tanda bernafas dan berbuat/berkarya. Memiliki iman tanpa perbuatan itu seperti orang mati dan tidak berguna lagi kecuali dikubur, tidak bisa lagi berdampak apa-apa. Bahkan perbuatan tanpa iman juga tidak berguna karena pasti perbuatan itu didasari oleh motivasi-motivasi tertentu yang jauh dari kehendak Tuhan. Jikalau seseorang melakukan perbuatan yang dianggapnya baik namun tidak didasari kasih Kristus maka pasti dia mengharapkan sesuatu di balik perbuatannya itu. Penulis Yakobus mengatakan pada hakekatnya adalah mati. Mati dalam arti tidak berguna, mengapa tidak berguna karena tidak didasari kasih sejati, karena tidak didasari kasih sejati dari Tuhan maka tidak mungkin memuliakan Tuhan. Jika anda melakukan sesuatu entah itu pelayanan atau hal lain yang anda anggap kebaikan tetapi anda berpikir akan mendapatkan sesuatu dari perbuatan itu, sekarang juga tinggalkan pikiran itu karena pasti bukan karena iman yang benar tetapi karena ingin mengharapkan sesuatu untuk kepentingan diri dan bukan untuk kemuliaan Tuhan. Milikilah iman yang hidup!   

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*