suplemenGKI.com

Jumat, 4 Maret 2016

03/03/2016

DIBARUI DALAM KRISTUS

2 Korintus 5:17

 

Pengantar
Siapa yang tidak suka diberi sebuah hadiah baru ? Semisal handphone baru, mobil baru, atau mungkin rumah baru, dan lain sebagainya. Tentu kita pasti senang, sebab memiliki sebuah barang baru itu memiliki kadar kepuasan tersendiri. Ketika barang baru itu kita miliki, tentu pasti kita akan semaksimal mungkin menjaga dan merawat barang itu agar tidak rusak. Demikian juga dengan kehidupan kita sebagai anak-anak yang telah ditebus dengan pengurbanan Tuhan Yesus.

Pemahaman

  • Ayat 17 : Apa maksud ciptaan baru di dalam Kristus ?

Surat Korintus secara keseluruhan adalah surat pastoral (penggembalaan/nasihat) kepada umat Kristen di wilayah Korintus, yang ditulis langsung oleh Rasul Paulus. Paulus menekankan pentingnya hidup benar di hadapan Allah. Bagi Rasul Paulus, hidup orang-orang Kristen tidak bisa dijalani secara serampangan dan asal-asalan. Hidup Kristen adalah hidup yang seharusnya dijalani dengan aturan, yakni berpadanan dengan firman Tuhan. Ada dugaan bahwa pada suatu periode waktu tertentu, jemaat Korintus hidup dalam sebuah keadaan yang chaos tanpa aturan, singkatnya; mereka hidup seturut keinginan dan nafsu mereka.

Tentu Rasul Paulus sangat tidak menginginkan hal itu terjadi. Sebab itu, Rasul Paulus berulang-ulang menegaskan (dalam seluruh suratnya ini) kepada umat Korintus untuk senantiasa ‘mengawasi’ kehidupan mereka. Sebab menurut Rasul Paulus barangsiapa percaya kepada Kristus, ia telah ditebus dan dibarui oleh Tuhan Yesus. Pembaruan inilah yang seharusnya menjadi patokan hidup umat dalam menjalani seluruh kehidupan mereka. Mereka tidak bisa lagi hidup menuruti keinginan daging, apalagi keinginan dosa. Umat harus sadar bahwa mereka adalah ‘barang baru’, ‘ciptaan baru’ dalam Kristus. Dan itu berarti manusia diminta untuk menjaga pembaruan itu dalam sikap hidup yang benar, sesuai dengan kehendak Allah.

Kitapun demikian, ditebus dan dibarui dengan pengorbanan Kristus. Sudah sepatutnya kita menjaga kehidupan ini agar senantiasa berpadanan dengan apa yang menjadi kehendak Allah untuk kita lakukan. Kita tidak bisa lagi hidup secara asal-asalan (semau gue!), hargai dan hormatilah pengorbanan yang telah Yesus alami dan berikan untuk kita dengan hidup sebagai manusia baru yang membenci dosa. Inilah sesungguhnya esensi dari hidup di masa Prapaskah yang kita jalani. Mari, berjuanglah hidup benar dan menjaga kekudusan hidup ini, supaya pengorbanan Allah yang telah membarui kita tidaklah sia-sia begitu saja.

 

Refleksi

Dalam keheningan, berdiamlah diri, fokuskan hati dan pikiran Saudara pada pengorbanan Tuhan Yesus. Jika memungkinkan, pandanglah Salib/Gambar Tuhan Yesus yang tersalib. Refleksikan kehidupan Saudara selama seminggu ini, bagaimana Saudara menjalani kehidupan ini. Bertanyalah pada diri sendiri:‘apakah aku hidup sesuka hatiku?’ ataukah ‘aku berjuang hidup dalam tuntunan firman Allah?’. Akhiri refleksi pagi ini dalam sebuah doa singkat.

Tekadku
Tuhan Yesus yang tersalib bagiku, tolonglah aku dalam menjalani kehidupan ini agar senantiasa hidup berpadanan dengan kehendak-Mu saja. Aku tidak ingin menyia-nyiakan pengurbanan-Mu dengan hidup secara asal-asalan. Amin.

Tindakanku
Hari ini aku akan mengendalikan hidupku, pikiran, dan perkataanku agar berkenan kepada Allah. Aku akan  melakukan puasa/pantang ( belajar mengendalikan diri dari kenikmatan duniawi).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«