suplemenGKI.com

Jumat, 4 Juni 2021

03/06/2021

2 Korintus 4:7-18

RELA MENDERITA DEMI INJIL

PENGANTAR
Kemarin kita telah melihat betapa sengit musuh-musuh Paulus menyerang pelayanan dan kewibawaan Paulus sebagai rasul.  Bagaimana Paulus menangkis serangan-serangan tersebut?  Dalam situasi seperti itu biasanya seseorang akan berusaha menonjolkan keunggulan-keunggulan pribadi atau prestasi pelayanannya. Tidak demikian dengan Paulus.  Paulus justru mengakui keterbatasan dan kelemahannya sebagai seorang rasul.  Mengapa Paulus justru bersikap demikian? Kita akan menemukan penjelasannya bila mempelajari perikop hari ini.

PEMAHAMAN

  • Ay. 7.           Dengan apakah Paulus mengumpamakan Injil yang diberitakannya? Dengan apakah Paulus mengumpamakan dirinya sebagai pemberita Injil?  Apa yang hendak ditegaskan dengan perumpamaan ini?
  • Ay. 8-9.       Penderitaan apa saja yang dialami Paulus?  Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman Paulus ini?
  • Ay. 10-15.  Paulus berani menghadapi semua risiko pemberitaan Injil, kematian.  Mengapa Paulus berani menanggung risiko itu?  Sebutkan empat hal berdasarkan ay. 10-11; ay. 12, ay. 13-14, dan ay. 15.

Paulus mengumpamakan Injil yang diberitakannya sebagai harta yang indah.  Sedangkan dirinya, pemberita Injil itu, diumpamakan sebagai bejana tanah liat.  Harta yang indah dan sangat bernilai itu ditampung dalam bejana tanah liat yang rapuh.  Paulus mengakui bahwa seorang pemberita Injil tidak mempunyai kekuatan di dalam dirinya sendiri.  Namun demikian Paulus memiliki kekuatan yang berlimpah, yang berasal dari Allah.  Dengan kekuatan Allah inilah Paulus menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan dalam pelayanannya.

Paulus ditindas, disudutkan hingga tak berdaya, dan dianiaya.  Kematian bahkan membayang-bayangi setiap kiprah pekabaran Injil yang dilakukannya.  Paulus tidak menyerah terhadap semua itu.  Sebaliknya, Paulus bersaksi bahwa kehadiran kuasa Allah itu sedemikian nyata dalam pelayanannya.  Paulus tetap memberitakan Injil meski harus menghadapi semua risiko itu.

Mengapa Paulus rela mengambil risiko dalam pemberitaan Injil? Ada empat alasan yang disebutkannya. Pertama, melalui berbagai kesulitan itu kehidupan Yesus akan menjadi nyata dalam kehidupannya.  Kedua, agar jemaat yang dilayaninya mengalami kuasa Kristus yang hidup.  Ketiga, Paulus percaya bahwa kuasa kebangkitan Kristus lebih besar dari kematian yang membayanginya. Keempat, Paulus yakin bahwa melalui penderitaan yang dialaminya akan semakin banyak orang percaya kepada Kristus.  Paulus berani dan sanggup menghadapi risiko yang paling berat karena ia tahu bahwa pelayanannya menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Allah.  Bagaimana dengan Anda?

REFLEKSI
Jika Anda hidup bagi diri sendiri, Anda tidak akan sanggup menghadapi penderitaan.  Jika Anda hidup bagi Allah dan sesama, Anda tidak akan gentar terhadap kematian.

TEKADKU
Tuhan, murnikanlah motivasi dan tujuan pelayananku agar aku berani dan rela menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam pelayanan.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan mendoakan para pemberita Injil yang melayani di daerah-daerah yang sulit, yang menghadapi berbagai penderitaan dalam pelayanan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»