“Menjadikan Tantangan Sebagai Kesempatan Berkarya”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 13-14: Apa yang diceritakan Paulus tentang masa lalunya?
  2. Ayat 15-16: Perubahan apa yang terjadi pada diri Paulus? Menurut kesaksian Paulus, bagaimana perubahan itu bisa terjadi atas dirinya?
  3. Ayat 22-24: Apakah masa lalu Paulus menjadi penghalang untuk pemberitaan Injil yang dilakukannya? Apakah yang dihadapi selama perjalanan Paulus mengelilingi Yudea (ay.17-22) menjadi penghalang bagi tugas pemberitaan Injil?
  4. Seperti penjelasan dalam renungan kita kemarin, pembelaan Paulus ini disampaikan dalam rangka upayanya menghadapi guru-guru palsu.  Dari semua isi penjelasan Paulus di ayat 13-24, apa yang bisa Anda pelajari darinya ketika menghadapi tantangan dalam pelayanan/kehidupan kekristenan Anda?

Renungan

Dalam rangka menjelaskan keabsahan Injil Yesus Kristus yang diterimanya, Paulus merasa perlu menceritakan bagaimana hidupnya dahulu sebelum berjumpa Kristus. Dulunya ia sangat fanatik terhadap hukum Taurat sehingga berjuang menganiaya dan membinasakan jemaat Allah yang percaya pada Kristus. Namun perjumpaannya dengan Yesus dalam perjalanan menuju Damsyik telah mengubah segalanya. Paulus kini justru memberitakan tentang Kristus yang dulu pernah ia aniaya. Bagi Paulus, semua ini dihayati karena pekerjaan Allah, bukan karena pengaruh manusia.  Paulus telah membuktikan bahwa bukan hanya Injil yang ia terima adalah Injil Kristus (bukan karya pemikiran manusia), tetapi juga bahwa Injil itu telah mengubah hidupnya. Ia tidak mungkin menahan diri lagi untuk bersaksi, bahkan ke tempat-tempat yang sulit sekalipun.

Semua perkataan Paulus di ayat-ayat bacaan hari ini disampaikan ketika Paulus berhadapan dengan musuh-musuhnya (guru-guru palsu). Mereka menyerangnya secara pribadi dengan meragukan kerasulannya, dan mengatakan bahwa Injil yang diberitakannya adalah keliru/palsu.  Tuduhan demi tuduhan mulai bermunculan justru pada saat ia sedang berusaha menegakkan kebenaran mengenai keselamatan berdasarkan kasih karunia. Namun dari semua isi perkataan Paulus, kita dapat menyimpulkan bahwa ternyata tuduhan demi tuduhan yang dialaminya justru menjadi kesempatan bagi Paulus untuk menceritakan pengalaman pertobatan dan karya Allah yang luar biasa dalam hidupnya. Paulus tidak menyerah dan berkecil hati menghadapi persoalan yang terjadi di jemaat maupun dirinya.

Kita pun perlu meneladani kepekaan dan keberanian Paulus menangkap setiap kesempatan yang ada untuk menjadi saksi Kristus, bahkan ketika ada dalam tekanan, tuduhan, dan berbagai persoalan yang ada.  Jangan biarkan keadaan yang sulit membuat kita tidak berdaya dan menyerah, mundur dari pelayanan atau iman kita.

Bersama Kristus, segala tantangan dapat dihadapi menjadi kesempatan berkarya lebih baik

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*