suplemenGKI.com

Yesaya 40:1-11

MENANTIKAN TUHAN: HARUS BAGAIMANA?

PENGANTAR
Berdasarkan pesan nubuatan di dalamnya, kitab nabi Yesaya dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama (pasal 1-39) dipenuhi dengan pesan penghakiman, sedangkan bagian kedua (pasal 40-66) menubuatkan pemulihan dan pembebasan. Jadi, bacaan kita hari ini merupakan awal dari nubuat dan pemulihan itu. Ketika Yesaya menulis nubuat pemulihan ini, penduduk Kerajaan Yehuda sedang menghadapi masa-masa yang sulit sebelum mereka jatuh ke tangan Kerajaan Babilonia. Nubuatan ini ditulis agar mereka tetap hidup dalam kebenaran, meskipun menghadapi penderitaan dalam jangka waktu yang panjang.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-2.      Hal apa sajakah yang disampaikan Tuhan melalui Yesaya untuk menghibur umat-Nya?
  • Ayat 3-5.      Apa yang harus mereka lakukan untuk menanggapi firman Tuhan itu?
  • Ayat 6-8.      Perbandingan apa yang dipaparkan di bagian ini? Apa tujuan pembandingan ini?
  • Ayat 9-11.    Apa yang harus mereka lakukan setelah mendengar penghiburan ini?

Perikop ini dimulai dengan suara Tuhan yang memberi perintah kepada Yesaya agar menyampaikan firman-Nya untuk memberikan penghiburan kepada umat-Nya. Tuhan menghibur mereka dengan menegaskan tiga hal: 1) bahwa masa pembuangan (di mana mereka diperbudak) yang mereka jalani di Babel telah berakhir, 2) Tuhan juga menyatakan bahwa kesalahan mereka telah diampuni, 3) Tuhan telah menghentikan hukuman-Nya atas mereka. Tiga hal ini menjamin bahwa mereka akan dapat kembali menjalani kehidupan mereka sebagai umat Tuhan dan menikmati hubungan yang indah dengan-Nya.

Untuk menanggapi penghiburan dari Tuhan itu, Yesaya memanggil orang-orang untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (ayat 3). Menutup lembah dan meratakan gunung (ay. 4) adalah kiasan yang mengacu pada pekerja yang mempersiapkan jalan yang akan dilalui seorang pejabat ketika dia datang mengunjungi suatu daerah. Apa arti kiasan ini? Artinya, untuk menyambut kedatangan Tuhan, mereka harus hidup dalam kebenaran. Dengan demikian, mereka akan dapat melihat kemuliaan Tuhan (ay. 5). Di ayat 6-8, sekali lagi Tuhan memberi perintah kepada Yesaya untuk berseru kepada umat-Nya. Kali ini mengenai perbedaan antara manusia dan Tuhan. Kehidupan manusia hanya sementara, seperti rumput liar dan bunga mudah layu, sedangkan firman Allah kekal. Ini menegaskan bahwa nubuat mengenai pemulihan mereka pasti akan digenapi.

Perikop ini ditutup dengan seruan Yesaya kepada seluruh penduduk Yerusalem agar mereka berseru kepada penduduk kota-kota lain di Yehuda bahwa TUHAN, Allah akan datang (ayat 9) dengan kekuatan-Nya untuk memulihkan umat-Nya dari pembuangan (ay.10). Tuhan akan membawa mereka pulang seperti seorang gembala memimpin domba-domba-Nya yang lemah dan tak berdaya. Mereka tidak boleh menyimpan kabar baik ini untuk diri mereka sendiri.

REFLEKSI
Cara terbaik untuk menantikan Tuhan adalah hidup dalam kebenaran, dan menjadi pembawa kabar baik bagi orang-orang di sekitar kita.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar tetap setia hidup dalam kebenaran sampai aku melihat kemuliaan-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan melakukan satu tindakan yang baik dan yang dapat mendatangkan sukacita kepada seseorang yang sedang berada dalam kesulitan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«