suplemenGKI.com

RINDU AKAN KESELAMATAN ORANG LAIN

Roma 9:1-5

 

Pengantar
Setelah seorang wanita yang berusia 71 tahun diselamatkan dari sebuah kapal feri yang tenggelam, ia bergumul dengan rasa bersalah karena berhasil selamat. Saat masih terbaring di rumah sakit, ia mengatakan bahwa ia tidak pantas selamat dari sebuah kecelakaan yang telah merenggut jiwa banyak orang yang lebih muda darinya. Ia juga menyesal karena tidak mengetahui nama seorang pria yang telah menyelamatkannya. Wanita yang memiliki hati untuk memperhatikan keselamatan orang lain ini sama dengan rasul Paulus yang juga peduli terhadap kaum sebangsanya. Mari kita renungkan. 

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Bagaimana perasaan Paulus saat menulis bagian ini? Apa yang membuat Paulus merasa sangat berdukacita dan bersedih hati? Apa yang dilakukannya?
  • Ayat 3-5 : Siapakah yang dimaksud “saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani”? Bagaimana keyakinan Paulus kepada Allah?

Ayat ini diawali dengan sejumlah bukti bahwa Paulus sangat berdukacita dan sangat bersedih hati sehubungan dengan bangsanya sendiri. Inilah bukti yang dikatakan oleh Paulus bahwa dia memberitakan kebenaran di dalam Kristus, dia tidak berdusta, suara hatinya ikut bersaksi dalam Roh Kudus. Rasul Paulus mengemukakan hal ini karena dia mengetahui bagaimana orang-orang Yahudi memfitnahnya (misalnya dalam Kis. 21:28, sebuah peristiwa yang terjadi sesudah Paulus menulis surat Roma, tetapi menunjukkan bagaimana perasaan orang Yahudi terhadap dirinya).

Paulus memiliki perasaan yang demikian mendalam terhadap bangsanya, sehingga ia mengatakan “aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” Yang dimaksud dari “saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani” adalah orang-orang Yahudi yang belum percaya. Ini adalah suatu ungkapan kerinduan Paulus supaya mereka mengenal Kristus, sehingga seandainya bermanfaat bagi mereka, ia mau dipisahkan dari kasih Kristus. Ia bersedia melakukan apa saja untuk bangsanya, bahkan ia bersedia kehilangan keselamatannya demi saudara-saudaranya. Mereka adalah termasuk bangsa Israel, orang-orang yang istimewa di hadapan Allah. Namun yang membuat Paulus sedih adalah mereka menolak anugerah keselamatan yang diberikan Allah kepada mereka.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimanakah perasaan kita ketika kita memikirkan saudara-saudara, keluarga atau teman kita yang belum mengenal Tuhan? Atau bahkan kita tidak pernah memikirkan mereka! Pernahkah kita melakukan segala cara atau berjuang untuk memperkenalkan Kristus kepada mereka?

Tekadku
Ya Tuhan, berikanlah saya hati yang peduli kepada sesama yang belum mengenal engkau, seperti kepedulian hati Paulus. Yang berjuang supaya saudara-saudaranya mengenal Engkau.

Tindakanku
Saya akan menceritakan tentang Kristus kepada keluarga, teman, saudaraku yang belum mengenal Kristus supaya mereka mau percaya dan mendapatkan keselamatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«