suplemenGKI.com

Jumat, 31 Juli 2015.

30/07/2015

Mazmur 51:16-21.

 

Permohonan agar dilayakkan kembali oleh Tuhan.

 

Pengantar:
Ada seorang bapak, karena iri dengan teman sekantornya yang memiliki sepeda motor baru, maka pada suatu siang ketika istirahat siang, dia dengan sengaja melonggarkan baut-baut penting rem sepeda motor temannya itu. Ia bermaksud supaya sepeda motor itu tidak berfungsi dengan baik dan harus didorong, lalu dia akan mengejeknya “sepeda motor baru kog didorong” Ternyata sepeda motor itu tetap bisa dinaiki dan dipacu dengan kecepatan tinggi. Tetapi karena beberapa remnya blong, sepeda motor tersebut tidak bisa dikendalikan dan terjadi kecelakaan yang berakibat fatal. Temannya mengalami patah kaki sebelah kanan sehingga harus diamputasi. Tetapi karena tidak ada bukti sabotase, maka dianggap kecelakaan tunggal. Akibat perbuatannya itu seorang temannya harus kehilangan satu kaki. Setelah sembuh temannya itu kembali berkantor, tetapi harus memakai tongkat karena kaki kanannya diamputasi. Setiap kali ia melihat temannya itu, ia merasa bersalah, takut, menyesal dan merasa berdosa. Perasan itu terus menghantuinya akhirnya dia memutuskan keluar dari pekerjaan itu, namun kemanapun ia pergi ia tetap dihantui perasaan bersalah.

 

Pemahaman:

1)      Apakah Daud mengalami perasaan bersalah atas dora-dosa yang diperbuatnya?

2)      Apakah Daud menyembunyikan atau melarikan diri dari perasaan bersalah itu?

3)      Apakah yang saudara lakukan jika pernah melakukan kesalahan pada sesama?

Sejak Daud jatuh dalam dosa, dia merasa hidupnya tidak bebas, digambarkan seperti dirinya berhutang darah. Dia mempunyai lidah tetapi seakan tidak bisa berfungsi, ia ingin berbicara tentang kebenaran tetapi bibirnya seolah terkatup, karena Allah tidak berkenan kepadanya  (v. 16-18). Mungkin Daud juga berusaha melakukan hal-hal yang bersifat rohani (berdoa, memberikan persembahan atau pelayanan) tetapi  itu seolah menabur angin.

Dalam kondisi demikian Daud mengambil sikap yang benar, ia tidak menyembunyikan keberdosaannya, ia mengaku di hadapan Tuhan dengan terbuka, bahkan di ayat-ayat sebelumnya Daud menunjukan apa dosa-dosanya (v. 7) Daud tidak melarikan diri dari Tuhan, ia bahkan menyerahkan diri seakan berkata “Tuhan ini aku orang berdosa, bebaskan aku dari dosa” Sikap Daud itu kemudian membawanya pada kesempatan dilayakkan kembali oleh Tuhan untuk memberitakan jalan-jalan Tuhan bagi sesama.

Siapakah yang harus dicontoh, seorang teman yang melakukan sabotase terhadap temannya atau Daud yang berani datang mengaku dosa, memohon Tuhan melayakkannya!

Refleksi:
Renungkan cerita diatas bandingkan dengan sikap Daud. Jika saudara adalah pribadi yang mengasihi Tuhan lakukanlah seperti Daud  ketika melakukan kesalahan pada sesama.

Tekad:
Tuhan, tolonglah saya agar mampu bersikap terbuka dengan-Mu ketika ada dosa kepada-Mu maupun kepada sesama.

Tindakan:
Mulai saat ini saya akan jujur dan terbuka kepada Tuhan dan sesama jika bersalah kepada Tuhan dan sesama, dengan demikian saya belajar mengasihi Tuhan dan sesama dengan benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«