suplemenGKI.com

BERMEGAH DI DALAM TUHAN

1 Korintus 1:27-31

 

Pengantar
Kesombongan adakalanya hinggap dalam kehidupan manusia. Kesombongan itu dapat terjadi ketika kita merasa lebih hebat atau unggul dari yang lain. Dengan kesombongan itu pula, manusia dapat meremehkan sesamanya. Jika sikap tersebut terus menerus dipelihara, maka akan semakin menjauhkan diri dari Tuhan dan membuka celah agar dosa bertahta dalam ruang hati kita. Namun, Tuhan akan membalikkan apa yang dianggap rendah oleh mereka yang merasa diri kuat, menjadi sebuah kesia-siaan. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 27-29: Bagaimanakah cara Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya bagi orang-orang yang merasa diri hebat atau kuat?
  • Ayat 30-31: Nasehat apakah yang diberikan oleh Paulus bagi orang-orang yang telah berada dalam Kristus Yesus?

1 Korintus 1:27-31 lebih banyak menyoroti tentang kemegahan diri. Hal ini dilatarbelakangi oleh kehidupan jemaat di Korintus yang hidup dalam ambisi terhadap kehormatan diri yang dilihat dari sisi hikmat, kuasa, dan garis keturunan. Ketika Injil pertama kali diberitakan di Korintus, orang-orang yang memiliki status biasa dengan cepat tertarik pada kekristenan karena mereka mendapatkan komunitas yang menerima diri mereka apa adanya. Namun sangat disayangkan. Ketika status sosial mereka berubah menjadi lebih baik, mereka melupakan keunikan ini. Mereka menjadi malu terhadap Injil yang membuat mereka terlihat bodoh , lemah, dan rendah di mata dunia.

Rasul Paulus ingin mempersaksikan kepada jemaat di Korintus bahwa cara Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan membalikkan segala sesuatu yang berarti bagi dunia, menjadi sebuah kesia-siaan. Apa yang dipandang oleh dunia sebagai kebodohan, justru dipilih Allah untuk mempermalukan orang-orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri (ayat 27-28). Hal ini dilakukan oleh Allah supaya tidak ada seorang manusia pun yang berani memegahkan diri di hadapan Allah, dengan segala kemampuan dan kehebatannya (ayat 29). Allah mau menunjukkan bahwa mereka yang dipandang lemah dan tidak layak, dipilih oleh-Nya. Itulah anugerah bagi mereka yang mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan kemampuan diri sendiri. Sedangkan bagi mereka yang merasa diri benar dan hebat dengan kemampuan mereka, Tuhan tidak akan membiarkan.

Oleh karena itu, Paulus memberikan nasehat bagi setiap orang yang hidup dalam Kristus, yaitu bermegah di dalam Tuhan (ayat 31). Bermegah bukan berarti menyombongkan diri atas kehebatan dan kemampuan duniawi, melainkan suatu kebanggaan bahwa Allah telah memberi anugerah keselamatan.  Melalui anugerah-Nya semata, kita dikuatkan untuk menghadapi penderitaan dan kelemahan.

Refleksi
Hal apakah yang pernah membuat saudara menjadi seorang yang bermegah diri? Ketika saudara berada di posisi demikian, bagaimanakah relasi saudara dengan Tuhan dan sesama?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku selalu menyombongkan diri atas segala yang kumiliki. Ajarku untuk tetap rendah hati di hadapan-Mu dan sesama, serta selalu bersyukur atas anugerah keselamatan yang Kau beri.

Tindakanku
Aku mau belajar untuk menanggalkan kesombongan diriku dalam hal… (sebutkan), serta berusaha memperbaiki hubungan pribadiku dengan Tuhan dan sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«