suplemenGKI.com

Yakobus 1:17-27

Pelaku Firman Tuhan

 

Surat Yakobus ini diperuntukkan kepada kedua belas suku di perantauan, mereka ini orang-orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen, pada peristiwa Pentakosta dimana mereka datang ke Yerusalem untuk beribadah di Bait Allah, mereka mendengarkan khotbah rasul Petrus, lalu bertobat dan memberikan diri dibaptis (Kis 2:41).

  1. Apa yang Yakobus katakan tentang anugerah?
  2. Apa yang seharusnya dilakukan orang-orang yang percaya demi terwujudnya kehidupan yang benar dihadapan Allah?
  3. Nasihat apakah yang diberikan Yakobus untuk mereka yang hidup diperantauan?
  4. Apa yang dimaksudkan Yakobus tentang ibadah yang murni?

 

Renungan:

Yakobus mengingatkan bahwa mereka dapat mempercayai Tuhan Yesus adalah sebuah anugerah yang datangnya dari Bapa sang pencipta kehidupan. Yakobus menekankan bahwa perbuatan orang yang percaya selalu terkait dengan iman, iman kepada Yesus Kristus yang harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan rohani, iman seseorang harus bertumbuh semakin lama semakin berkembang, untuk menumbuhkan iman itu seseorang harus mendengar Firman Tuhan dan melakukan Firman yang sudah didengar tersebut. Penekanan melakukan Firman Tuhan menjadi kunci bagi warga perantauan yang ingin menjadi berkat untuk sesamanya.

Nasihat-nasihat yang praktis juga diberikan oleh Yakobus, Pertama, cepat mendengar lambat untuk berkata-kata. Cepat mendengar mengajarkan untuk banyak belajar dari siapapun juga, lambat berkata-kata mengajarkan untuk sabar terhadap siapapun tanpa harus mengkomentari pernyataan orang tersebut. Kedua, lambat untuk marah, biasanya orang akan mudah marah kalau bersinggungan dengan perasaannya. Padahal kemarahan manusia  tidak pernah menghasilkan yang baik bagi sesamanya. Ketiga, membuang segala sesuatu yang kotor dan berkaitan dengan kejahatan, ini ingin mengajarkan supaya tidak merancang kejahatan walaupun mungkin orang lain berbuat jahat kepadanya. Keempat, menjadi pelaku firman Tuhan lebih penting dari pada hanya mendengarkan Firman Tuhan. Firman Tuhan menjadi hidup kalau dihidupi atau dijalankan, orang yang hanya mendengarkan firman saja seumpama seseorang yang mengamati wajahnya dicermin, baru saja dilihat sudah lupa akan rupanya. Kelima, melakukan ibadah yang baik dengan mengekang lidahnya dan memberi perhatian bagi mereka yang membutuhkan uluran tangannya.

Yakobus yakin bahwa orang-orang yang hidup di perantauan akan dapat menjadi berkat bagi masyarakat yang ada disekitarnya, walaupun mereka tidak menyukai kehadiran orang-orang yang percaya, bahkan mempersulit orang-orang yang percaya. Ibadah yang murni dihadapan Tuhan selalu terkaitan antara iman dan perbuatan baik. Menjadi pelaku Firman sangat penting karena masyarakat akan melihat apa yang dikerjakan dan dilakukan orang-orang percaya bagi lingkungan disekitarnya.

Mari kita semua memeriksa diri kita sendiri, apakah kita sudah menjadi pelaku firman? Apakah kita sudah mengulurkan tangan bagi mereka yang memerlukannya?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«