suplemenGKI.com

MENJADI TELADAN BAGI YANG MUDA

2Timotius 1:1-5

 

PENGANTAR
Rasul Paulus kembali menuliskan suratnya kepada Timotius, anak binaannya yang sedang melayani di Efesus.  Seperti kebiasaannya, rasul Paulus mengawali suratnya dengan ‘salam pembuka’ yang berisi penegasan hubungan antara dirinya dengan penerima surat.  Salam pembuka yang Paulus tuliskan ini penuh dengan makna bagi penerimanya.  Dalam rangka bulan keluarga, mari kita belajar bagaimana rasul Paulus dan keluarga Timotius memiliki peran dalam memberi teladan  dalam hidup Timotius.  Mari kita pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 2-3: Bagaimana Paulus memberi teladan bagi Timotius?
  • Ayat 5: Bagaimana keluarga Timotius memberikan teladan iman?
  • Dalam rangka bulan keluarga, apakah anda sudah menjadi teladan bagi yang muda?  Teladan seperti apakah?

Siapa sajakah yang memberikan teladan dalam hidup Timotius?  Pertama, Rasul Paulus.  Di awal suratnya dengan tegas rasul Paulus menyebut Timotius sebagai ‘anakku yang kekasih’.  Paulus mengakui Timotius sebagai anak rohani yang dikasihinya.  Ketika Paulus menegaskan dirinya sebagai “rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah,” tersirat pernyataan bahwa Timotius adalah ahli warisnya dalam memberitakan “janji tentang hidup dalam Kristus Yesus” (ay.1).  Timotius yang akan meneruskan pelayanan Paulus.  Paulus juga selalu mendoakan Timotius dalam pelayanannya (ay.3).  Hal itu pasti memberikan dampak yang besar dalam hidup dan pelayanan Timotius.  Hubungan Paulus dan Timotius tidak dibatasi siapa senior dan yunior, tetapi lebih kepada keteladanan hidup dan pembentukan dari seorang senior yang akan menyelesaikan tugasnya (2 Tim 4:6-8) kepada seorang pelayan muda.

Kedua, Nenek Lois dan ibu Eunike.  Paulus secara khusus bersyukur dan mengingatkan Timotius bagaimana peran nenek dan ibunya sehingga Timotius memiliki iman dan menjadi pelayan Tuhan yang setia.  “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu”.  Timotius tidak hanya memiliki Paulus sebagai bapak rohaninya, tetapi dia juga memiliki keluarga yang memberikan warisan rohani.  Sebab Lois, neneknya dan Eunike, ibunya memiliki iman yang tulus ikhlas kepada Tuhan (ay.5).

Jadi, melalui rasul Paulus yang memberi teladan iman, doa dan kesetiaan dalam pelayananmaka Timotius menjadi pelayan Tuhan yang memiliki iman dan kesetiaan.  Melalui iman nenek dan ibunya maka Timotius memiliki iman yang terus bertumbuh sejak kecil.  Sehingga imannya kepada Kristus semakin kuat.  Bersyukur sebab Timotius memiliki orang-orang dewasa yang bisa memberikan teladan yang baik bagi yang muda.  Bagaimana dengan kita?

REFLEKSI
Mari merenungkan: keteladanan iman dalam hidup dan pelayanan dari orang dewasa akan berdampak besar bagi yang muda.  Sudahkah teladan anda menjadi sesuatu yang membangun?

TEKADKU
Tuhan sebagai orang dewasa tolong aku untuk memberi teladan iman, doa dan kesetiaan dalam pelayanan.  Baik di gereja maupun di tengah-tengah keluarga.

TINDAKANKU
Aku mau memberi teladan dalam hal ………………… kepada ……………… (yang lebih muda).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«