suplemenGKI.com

Lukas 21:34-36

BERJAGA DAN BERDOA

PENGANTAR
Banyak orang Kristen berusaha meramalkan waktu kedatangan Yesus yang ke dua.  Jelaslah bahwa ini usaha yang sia-sia (lihat Markus 13:32).  Memang kedatangan-Nya itu akan didahului dengan tanda-tanda, namun tanda-tanda itu, apa pun bentuknya, tidak dimaksudkan untuk meramalkan waktu kedatangan-Nya, melainkan supaya kita berjaga-jaga. 

PEMAHAMAN
Selain belajar melihat tanda-tanda zaman dan mengantisipasi datangnya penderitaan di akhir zaman, para murid juga harus siap jika sewaktu-waktu hal itu terjadi. Meski sudah mengantisipasinya, ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian mereka.

  • Ayat 34-35.  Bagaimana para murid harus menjaga diri mereka? Hal apa saja yang dapat mengalihkan perhatian para murid? Apa pesan yang hendak Yesus sampaikan melalui perumpamaan mengenai “jerat” yang digunakan-Nya di sini?
  • Ayat 36.  Mengapa para murid juga harus berdoa?

Menjaga diri harus dimulai dengan menjaga hati. Dalam hal ini Yesus mengajak para murid untuk waspada terhadap kesenangan duniawi (pesta pora dan kemabukan) dan kepentingan duniawi. Sejak dulu hingga sekarang, sebagian besar manusia menggunakan seluruh pikiran dan tenaga mereka untuk mengejar kesenangan duniawi dan kepentingan duniawi, hingga melupakan hal yang sesungguhnya lebih penting, yaitu keselamatan jiwa mereka. Untuk menegaskan hal ini Yesus menggunakan perumpamaan jerat yang biasanya digunakan untuk menangkap seekor binatang. Jerat itu biasanya digantung di atas pohon dan akan jatuh secara tiba-tiba menimpa binatang yang ada di bawahnya sehingga binatang itu tidak dapat melepaskan dirinya. Tentu saja, kita boleh bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan menikmati hasil jerih lelah kita. Namun jika kita tidak menghabiskan seluruh waktu dan tenaga kita hanya untuk bekerja dan bersenang-senang, maka masa sukar itu akan datang seperti jerat dan kita tidak berdaya menghadapinya.

Berdoa merupakan bagian penting dari berjaga-jaga. Kita membutuhkan campur tangan dan pertolongan Tuhan dalam dua hal: 1) menghadapi penderitaan dan masa-masa sukar yang akan terjadi, dan  2) mempertahankan iman dan hidup dalam kebenaran (ay. 36, “tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”).  Berdoa berarti mengakui bahwa kita masih membutuhkan campur tangan Tuhan. Jika kita sudah mulai jarang berdoa, mungkin itu menjadi tanda bahwa benih-benih kesombongan rohani sudah masuk di dalam hati kita.

REFLEKSI
Ada dua hal yang dapat membuat kita kehilangan kewaspadaan kita, yaitu ketidakpedulian terhadap hal-hal rohani, dan kesombongan rohani.

TEKADKU
Ya Tuhan, hadirlah selalu dalam kehidupanku setiap hari: di dalam keluarga, dalam pekerjaan, dan dalam pelayanan.

TINDAKANKU
Selama beberapa hari ke depan, dalam waktu yang paling dekat, aku akan mengajak seluruh anggota keluargaku untuk berdoa bersama: bagi keluarga, pekerjaan dan pelayanan kami semua.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«