suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 5:33-42

 

Bersaksi Terus

 

Pengantar
Manusia sebagai mahkluk sosial pasti senang berkomunikasi dengan sesamanya. Oleh sebab itu manusia sesungguhnya senang  berinteraksi dengan sesamanya. Salah satu bentuk interaksi dengan sesama melalui bercerita tentang apapun juga, bisa bercerita tentang dirinya sendiri, keluarganya, pekerjaannya maupun juga orang lain. Bagaimana dengan Petrus dan Yohanes ketika mereka bersaksi?

 

Pemahaman

Ay 26-32, Apa yang terjadi  dalam diri Petrus dan Yohanes?

Ay 33, Apa reaksi dari orang-orang yang berada di Mahkamah Agama setelah mendengar kesaksian Petrus dan Yohanes?

Ay 34-39, Apa yang dikatakan oleh Gamaliel seorang ahli Taurat terhadap sikap Petrus dan Yohanes?

Ay 40, Apa yang dikatakan Mahkamah Agama kepada Petrus dan Yohanes?

Ay 41-42, Apa yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes setelah mereka dibebaskan?

Bagian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa Rasul Petrus dan Yohanes yang ditangkap serta dimasukkan ke dalam penjara kemudian dibebaskan oleh malaikat Tuhan, sehingga mereka dengan bebas pergi ke Bait Allah dan mengajar di situ. Tentunya hal ini membuat Imam besar  dan pengikutnya menjadi geram dan ingin menangkap mereka kembali.

Maka pegawai Bait Allah mengambil kedua rasul tersebut tidak dengan paksa, untuk diperhadapkan di Mahkamah Agama.

Orang-orang  di Mahkamah Agama  menghendaki bahwa mereka tidak boleh lagi mengajarkan nama Yesus dan mengagungkanNya. Namun Rasul Petrus dan Yohanes mengatakan bahwa mereka harus lebih taat kepada Allah dari pada manusia. Mereka berdua juga menceritakan bahwa Yesuslah Pemimpin dan Juruselamat yang telah dibunuh oleh pemimpin-pemimpin bangsa Israel, namun Yesus bangkit dari kematianNya dan para rasul adalah saksi-saksiNya.

Mendengar kesaksian rasul Petrus dan Yohanes,  para pemuka agama tersebut menjadi marah dan sakit hati, mereka berkeinginan untukmembunuh kedua rasul tersebut.

Di dalam kemarahan hati mereka  dan rencana untuk membunuh ke dua rasul tersebut,  ada seorang yang bernama Gamaliel memberikan nasihat kepada mereka. Gamaliel mengingatkan bahwa dulu pernah muncul pemberontak, seperti  Teudas dan Yudas bersama dengan pengikutnya, namun mereka kalah dan pengikutnya tercerai-berai. Gamalielmenasihatkan kalau perbuatan para rasul dari manusia maka mereka akan lenyap, namun kalau perbuatan para rasul dari Tuhan, maka mereka tidak akan dapat melenyapkannya. Nasihat Gamaliel diterima dengan baik, lalu mereka hanya menyesah/mencambuk Petrus dan Yohanes dan melarang mengajarkan nama Yesus, sesudah itu mereka melepaskannya.

Namun rasul-rasul yang dilepaskan tersebut tetap bersaksi dan mengajar tentang Yesus di Bait Allah.

 

Refleksi
Renungkanlah, seberapa banyak kita menceritakan diri kita atau orang lain kepada yang kita jumpai? Seberapa banyak kita menceritakan tentang Yesus kepada orang yang kita jumpai?

 

Tekadku
Ya, Tuhan, ampuni kami, kalau kami jarang bahkan tidak pernah menceritakan Yesus kepada sesama kami.

 

Tindakanku
Hari ini saya mau mencari seseorang untuk menceritakan Yesus kepadanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«