suplemenGKI.com
Takut Akan Tuhan

Takut Akan Tuhan

Pengkhotbah 4:1-17

Takutlah Akan Tuhan 

                Pengkhotbah menuliskan tentang segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, adanya penindasan dan yang tertindas, adanya orang-orang yang mengejar harta terus menerus, adanya orang yang hidup sendiri adapula yang hidup berdua, ada pula yang miskin dan yang kaya, serta adanya rakyat dan raja.

  1. Apa yang digambarkan oleh pengkhotbah tentang kehidupan di dunia ini?
  2. Apa yang pengkhotbah lihat tentang usaha manusia?
  3. Bagaimana pengkhotbah melihat orang yang sendiri dan yang berdua?
  4. Bagaimana pengkhotbah melihat orang yang mengejar harta di dunia ini?
  5. Apa yang seharusnya manusia lakukan di dunia ini? 

Renungan:

                Pengkhotbah memperhatikan bahwa adanya penderitaan yang disebabkan adanya penindasan, kekuatan sang penguasa sangat menakutkan sehingga orang yang menderita tidak ada yang berani menghiburnya. Disisi lain pengkhotabah kelihatan pesimis terhadap kehidupan ini, maka ia mengatakan lebih baik orang tidak dilahirkan saja.

                Pengkhotbah melihat bahwa usaha yang dilakukan dengan jerih-payah dan segala kecakapan dalam perbuatan ternyata dilakukan dengan iri hati. Orang/negara yang mau maju juga bisa karena iri terhadap orang/negara lain yang lebih berhasil. Dimana-mana banyak orang iri terhadap orang lain yang mungkin lebih maju atau lebih makmur, perasaan iri tersebut dapat diungkapkan secara terbuka atau tersembunyi. Pengkhotbah juga menyoroti orang yang malas bekerja dan hanya melipat tangan saja, orang yang demikian disebut orang bodoh atau bebal.

                Pengkhotbah juga melihat ada orang yang hidup sendirian berjuang dengan keras sekali untuk mengumpulkan harta, hal ini dipandang pengkhotbah sebagai hal yang sia-sia, karena ia mengumpulkan banyak harta namun tidak memiliki keluarga.

                Pengkhotbah memperhatikan orang muda miskin yang memiliki hikmat dan raja tua yang bodoh atau yang tidak pernah mau menerima nasihat orang lain.

                Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari bacaan diatas tersebut, Pertama, hidup di dalam dunia pasti ada penderitaan yang akan dialami oleh manusia, penderitaan itu juga bisa disebabkan oleh kekuasaan yang disalahgunakan. Kedua, persoalan iri hati yang terdapat di dalam diri kita perlu diwaspadai, supaya jangan sampai iri hari yang kemudian menyebabkan kita berbuat dosa. Ketiga, janganlah tamak mengumpulkan harta di dunia ini.Tuhan Yesus pernah mengajarkan doa Bapa Kami kepada murid-muridNya. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk meminta sesuatu kepadaNya dengan secukupnya bukan berlimpah ruah atau berkelebihan. Keempat, Hendaklah setiap orang, baik tua atau muda, kaya atau miskin, mengejar hikmat jauh lebih berharga. Di hadapan Tuhan manusia  bukan dinilai dari kekayaan, atau jabatan, atau usia yang ia miliki, namun seberapa ia berhikmat itulah yang dilihat oleh Tuhan. Kelima, melangkah ke rumah Tuhan dan mendengarkan FirmanNya jauh lebih baik daripada memberikan persembahan. Tuhan lebih mengharapkan umatnya datang kepadaNya, terlebih mendengar suara Tuhan daripada umatnya sibuk mengatur dan memberikan persembahan kepadaNya. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«