suplemenGKI.com

Filemon 8-18

KASIH YANG MEMANDANG ORANG LAIN BERHARGA

Pendekatan Paulus terhadap Filemon bukan dengan otoritas/wibawa rasulinya, melainkan dengan menyebut dirinya seorang hukuman karena Kristus dan Filemon sebagai rekan sekerjanya. Paulus mengutamakan kerendahan hati dan kehangatan kasih dalam menasihati saudara seimannya. Paulus juga tidak bermaksud memerintah, karena itu ia mengajukan permintaan kepada Filemon untuk menerima Onesimus kembali sebagai saudara yang kekasih. Pendekatan seperti inilah yang menjadi jembatan terjalinnya persaudaraan kasih.

  • Dari permintaan Paulus kepada Filemon, kita belajar tentang kasih yang memandang orang lain berharga.  Renungkan!
  • Apakah saudara sudah hidup dalam kasih pengampunan tersebut?

RENUNGAN

Nama Onesimus berarti “berguna”.  Paulus menggunakan arti nama Onesimus ini untuk menjelaskan diri Onesimus kepada Filemon saat Paulus menuliskan suratnya.  Di ayat 11, Paulus menyatakan bahwa dulu Onesimus tidak berguna bagi Filemon, tetapi sekarang dia berguna baik untuk Filemon maupun untuk Paulus.  Bahkan di ayat 13 Paulus menyampaikan bagaimana bergunanya Onesimus bagi pelayanan Paulus.  Perkataan Paulus ini menunjukkan jati diri dan karakter Onesimus yang berubah setelah menjadi pengikut Kristus.  Hidup Onesimus telah benar-benar sesuai dengan arti namanya, menjadi orang yang berguna bagi pelayanan injil.

Surat Paulus kepada Filemon mengandung permohonan untuk menerima Onesimus apa adanya.  Artinya, walaupun Filemon tidak dapat menghapus ingatannya terhadap perbuatan Onesimus di masa lalu atau Onesimus sendiri tidak dapat menghapus masa lalunya yang buruk terhadap Filemon, Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus baik masa lalu maupun masa kininya.  Dan di ayat 16, Paulus mengajukan permohonan yang sangat besar bagi Filemon yaitu mengubah status Onesimus dari ‘budak’ menjadi ‘saudara yang dikasihi’.  Permohonan Paulus kepada Filemon bagi Onesimus dari seorang budak yang tidak berharga karena dia sendiri tidak berhak atas hidupnya, berubah menjadi saudara atau menjadi orang yang berhak atas dirinya sendiri, bahkan menjadi rekan sederajat bagi Filemon.  Melalui permohonan ini, Paulus sedang mengajarkan kasih yang tulus yang tidak hanya menerima Onesimus apa adanya tetapi juga kasih yang memandang orang lain berharga.  Kasih yang tidak berhenti pada pengampunan dan penerimaan, tetapi membuat orang lain sama berharganya dengan diri sendiri.

Bagaimana dengan kehidupan kasih kita?  Apakah kasih pengampunan yang kita berikan kepada sesama sampai tuntas?  Kita mengatakan sudah mengampuni tetapi mungkin hari kita belum bersedia bekerjasama dengan orang yang pernah berbuat salah kepada kita.  Atau mungkin kita belum bisa melihat dan mengakui sisi positif dari diri orang lain yang pernah berbuat salah.  Tuhan menginginkan agar kita memandang, menerima dan membuat orang lain sama berharganya seperti diri kita sendiri.

Memandang orang lain sama berharganya seperti diri sendiri merupakan bukti kasih pengampunan yang kita berikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«