suplemenGKI.com
Servant Of God

Servant Of God

1 Korintus 9:1-18

 

“KASIH ALLAH MENGUBAH PRINSIP DAN ORIENTASI HIDUP”

Keinginan untuk dihargai atau mendapat penghargaan dalam hidup adalah salah satu kebutuhan alami manusia. Namun, tak jarang demi mendapatkan penghargaan, sanjungan dan hal-hal yang membuat diri merasa bangga, justru membawa seorang anak TUHAN malah menjalani kehidupan yang melenceng dari kehendak ALLAH. Untuk menjaga agar kehidupan kita tidak melenceng dari kehendak Bapa kita, mari kita meneladani hal-hal yang dilakukan oleh rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:1-18:
-    Apa yang menjadi prinsip hidup Paulus agar dirinya terhindar dari
kecenderungan untuk bergantung kepada penghargaan duniawi ?
(ay. 12-17)
-    Hal apakah yang menjadi orientasi hidup Paulus dalam hidup dan
pelayanannya? (ay. 18)

Renungan:
Pada masa di mana Paulus melayani, ada 2 cara yang menjadi kelaziman bagi para Rasul untuk dapat menghidupi diri-khususnya di dunia Yunani Romawi. Cara yang pertama ialah dengan menerima bayaran atas pelayanan yang dilakukan, sedangkan ialah dengan bekerja.  Paulus tidak menempuh cara pertama agar kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sebaliknya, dia memilih untuk menghidupi diri melalui hasil keringatnya. Namun ternyata, sikap yang diambil oleh Paulus ini menimbulkan reaksi negatif di kalangan jemaat Korintus, yaitu adanya sikap yang meragukan kerasulan Paulus. Menanggapi situasi ini Rasul Paulus menyatakan pembelaan dirinya dengan mengatakan bahwa bukti kerasulannya itu bukan terlihat dari hal-hal yang jasmaniah melainkan dari hasil rohaniah berupa jiwa-jiwa yang telah dimenangkan dan hidup dalam KRISTUS. Lebih lanjut Paulus menyampaikan sebuah prinsip hidupnya sebagai seorang pelayan TUHAN yang tidak menancapkan dirinya pada penghargaan manusiawi. Bagi Paulus, ketika dia memutuskan untuk tidak menerima bayaran atas pelayanannya, itu dikarenakan dia sadar bahwa hal itu bisa membawa dirinya tunduk kepada si pembayar (rupanya hal seperti inilah yang seringkali menjadi fenomena saat itu). Bagi Paulus, prinsip hidupnya ialah bahwa dia hanya mau tunduk kepada ALLAH yang telah menyelamatkannya. Paulus tidak ingin gara-gara menerima bayaran, malahan Injil tidak dihormati sebagaimana mestinya. (ayat 1-12)
Selanjutnya, di ayat 13-18, Paulus menuangkan dengan sangat gamblang apa yang menjadi orientasi hidupnya, seperti terangkum dalam ayat 18. Melalui ayat itu, kita menangkap betapa Paulus merasa telah menjadi seorang yang sangat berharga di mata ALLAH sehingga dia diperkenankan untuk melayani melalui pemberitaan Injil. Dan penghargaan dari ALLAH itu menjadi sesuatu yang lebih dari cukup sehingga Paulus benar-benar tidak lagi merasa perlu mencari-cari penghargaan lain di luar yang telah ALLAH lakukan baginya, kendatipun secara manusia dia memiliki hak-hak yang  seharusnya menjadi miliknya.
Melalui perikop yang kita baca, nampak jelas perubahan hidup yang ditunjukkan Paulus, sebelum dan sesudah mengalami kasih ALLAH. Jika dahulu Paulus begitu menancapkan penghargaan dan kebanggaan kepada hal-hal lahiriah, tetapi setelah mengalami kasih KRISTUS, Paulus memiliki prinsip hidup untuk memuliakan ALLAH serta hanya berorientasi pada penghargaanNya di setiap aspek hidupnya. Semoga kitapun dapat memiliki sikap hidup yang sedemikian.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«