suplemenGKI.com

Mazmur 19:1-15

KEMULIAAN ALLAH

 

Pengantar
C. S. Lewis, seorang pujangga dan teolog dari Inggris memberi komentar bahwa mazmur 19 ini merupakan puisi terindah dari semua mazmur, yang isinya memaparkan kemuliaan Allah yang terpancar bagi umat-Nya.  Daud mengekspresikan kemuliaan Allah yang agung, agar umat Allah merasakan kemuliaan-Nya itu secara nyata.   

Pemahaman
Ayat 2-7: Bagaimana kemuliaan Allah terpancar melalui ciptaan-Nya?
Ayat 8-11: Bagaimana kemuliaan Allah terpancar melalui Taurat-Nya?
Ayat 12: Bagaimana pemazmur meresponi pancaran kemuliaan Allah itu?
Bagaimana kita seharusnya meresponi pancaran kemuliaan Allah itu?

Mazmur 19 ini merupakan ungkapan perenungan hati pemazmur yang menggabungkan kemuliaan Allah yang terpancar dalam ciptaan-Nya serta kemuliaan dan kesempurnaan Allah dalam firman-Nya.  Pertama, kemuliaan Allah yang terpancar melalui ciptaan-Nya (ay.2-7) merupakan pekerjaan tangan-Nya yang diperuntukkan bagi manusia.  Keindahan alam semesta, yang Dia ciptakan, memiliki kebesaran, keteraturan, keajaiban yang membuat kita sadar betapa agung Allah yang telah menciptakan semua itu?  Melalui alam semesta ini manusia sebetulnya dapat mengenal hikmat, kekuatan, serta kebaikan Allah.  Walaupun alam semesta tidak dikaruniai kemampuan untuk berbicara (ay.4) untuk menyuarakan kemuliaan Allah dengan kata, namun  bagaikan “gema” (ay.5), kebisuan alam mampu menceritakan kemuliaan Allah sehingga dapat didengar siapa pun, dimana pun, serta kapan pun.

Kedua, kemuliaan dan kesempurnaan Allah yang terpancar melalui firman-Nya (ay.8-11) merupakan isi hati Tuhan sehingga dapat menjalin hubungan dengan manusia hingga ke pusat kehendak yaitu menyentuh akal budi, hati dan jiwa.  Sentuhan yang dilakukan firman-Nya adalah sentuhan secara pribadi hingga manusia tidak mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi di sekitarnya.  Apa pun yang terjadi jiwanya tetap segar dan hatinya tetap bersuka. Kesegaran dan kesukaan itu akan memancar keluar dari matanya sehingga orang lain dapat menyaksikannya (ay.9). Melalui firman-Nya, manusia juga akan menyadari dosa-dosanya, dan mengerti bagaimana seharusnya hidup (ay.12-13) sesuai dengan kehendak-Nya.

Dengan demikian, alam semesta bekerja dalam kebisuannya dan firman-Nya itu akan bekerja dalam interaksinya dengan manusia untuk  memancarkan kemuliaan Allah.  Oleh sebab itu, manusia harus menghargai kemuliaan Allah dengan cara menjaga alam ciptaan-Nya serta mempelajari dan memegang teguh firman-Nya.

Refleksi
Sudahkah kita menghargai kemuliaan Allah yang terpancar melalui keindahan alam semesta dan kekuatan firman-Nya?  Kemuliaan Allah itu akan bekerja dalam diri kita jika kita mau menyediakan waktu secara khusus untuk berinteraksi dengannya.

Tekadku
Tuhan, jangan biarkan keindahan alam dan kekuatan firman itu diam dalam kebisuan karena keenggananku untuk berinteraksi dengannya.

Tindakanku
Aku mau menghargai kemuliaan Allah dengan menjaga keindahan lingkungan dan menyediakan waktu belajar firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*