suplemenGKI.com

Jumat, 3 Juni 2016

02/06/2016

Bertobatlah, Lakukanlah Yang Benar

Yehezkiel 14:1-11

 

Pengantar
Melakukan hal yang benar semestinya tidak sulit bagi orang-orang yang terbiasa dengan hidup benar.  Namun bagi mereka yang sudah hidup dalam dosa maka melakukan hal yang benar sangat sulit sekali baginya. Mereka seakan-akan telah dibutakan dengan keadaan mereka sendiri dan bahkan mereka menganggap bahwa apa yang sedang dilakukannya adalah benar. Bagaimana nabi Yehezkiel menyikapi hal tersebut?

Pemahaman

Ay 1, Siapa yang datang kepada Yehezkiel?

Ay 2-5, Apa yang ingin Yehezkiel sampaikan kepada orang Israel yang datang kepadanya?

Ay 6-8, Apa yang diharapkan oleh Tuhan dan apa yang akan dilakukan Tuhan terhadap bangsa Israel?

Ay 9-11, Apa yang dipesankan Tuhan kepada nabi Yehezkiel?

Datanglah tua-tua bangsa Israel kepada Yehezkiel ingin minta petunjuk dari padanya. Maka Tuhan berbicara kepada Yehezkiel tentang siapakah tua-tua tersebut dan apa-apa yang harus dilakukan bangsa Israel. Tuhan mengingatkan kepada Yehezkiel bahwa mereka ini adalah penyembah-penyembah berhala dan menjadi batu sandungan bagi banyak orang. Bahkan seluruh bangsa Israel sudah menyimpang dari Tuhan dan mengikuti segala berhala-berhala mereka.

Maka Tuhan mengharapkan bangsa Israel untuk bertobat dan berpaling dari penyembahan berhala, dan perbuatan yang keji. Tuhan juga terus akan memperhatikan baik orang Israel maupun orang asing yang tinggal di Israel yang menyimpang dari Tuhan dan menjunjung berhala-berhalanya. Tuhan berjanji akan menentang orang-orang yang terus menyembah berhala dalam hidupnya.

Bahkan Tuhanpun akan menentang nabiNya yang berpihak kepada bangsa Israel yang menyembah berhala. Tuhan ingin bangsa Israel tidak sesat dan tidak menajiskan diri dengan segala pelanggaran yang ada, karena Tuhan ingin menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat kepunyaanNya.

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita termasuk orang yang sulit menerima nasihat orang lain? Apakah jalan kehidupan yang sudah saya tempuh ini sesuai dengan kehendak Tuhan?

Tekad
Ya Tuhan, sering kali kami berharap orang lain yang bertobat atau memperbaiki kelakuannya supaya menjadi baik, namun jarang sekali kami mengintrospeksi diri kami sendiri, ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini meluangkan waktu untuk mengintrospeksi diri sendiri. Melihat apa yang sudah selama ini saya lakukan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*