suplemenGKI.com

Jumat, 3 Juli 2020

02/07/2020

Mazmur 145:8-14

 

MENGENAL TUHAN

 

Pengantar
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “tak kenal, maka tak sayang”. Ungkapan ini cukup umum dan sering didengar oleh banyak orang. Tahukah kita bahwa ungkapan tersebut mengandung makna yang sangat mendalam. Apalagi jika dtempatkan dalam konteks kehidupan spiritualitas. Pertanyaan pentingnya adalah apakah kita sudah mengenal Tuhan ? Apakah sikap hidup kita memperlihatkan kasih kepada Tuhan ? Atau jangan-jangan selama ini kita hanya rajin beribadah, rajin ikut persekutuan, rajin berdoa, rajin membaca firman Tuhan namun semuanya hanyalah karena kewajiban atau sesungguhnya hanya agar terlihat bahwa hidup kerohanian kita baik-baik saja bahkan lebih baik dari orang lain ? Pemazmur melalui nyanyiannya mengungkapkan pengenalannya yang sangat mendalam tentang Tuhan.

Pemahaman
Ayat  8-9              Siapakah Tuhan dalam pandangan dan pengalaman iman pemazmur ? karakter seperti apakah yang DIA miliki ?
Ayat 10-13           Bagaimanakah sikap dan tindakan umat yang mengenal Tuhan dan karya-Nya ?

Pemazmur menyampaikan puji-pujiannya kepada Allah. Nyanyian pemazmur memperlihatkan kedalaman pengenalan akan Allah. Pemazmur semakin mengenal Allah melalui berbagai peristiwa dan pengalaman hidupnya. Pemazmur dengan begitu baik memperlihatkan siapakah Allah bagi dirinya. Allah digambarkan sebagai Allah yang rahimi. Allah yang penuh cinta dan kasih sayang. Allah yang cinta dan kasih sayang-Nya tidak terbatas dan dibatasi oleh apapun.

Bagi pemazmur cinta kasih Allah yang besar dan tidak terbatas oleh apapun itulah yang seharusnya menjadi motivasi untuk bersyukur. Cinta kasih Allah yang tidak terbatas dan universal inilah yang harus diceritakan kepada semua orang. Agar selain banyak orang mengetahui dan dapat merasakannya

Bacaan hari ini memperlihatkan betapa kuatnya pengenalan pemazmur tentang Allah dan karya-Nya. Allah yang penuh cinta dan kasih sayang digambarkan dengan sangat baik. Hal itu tentu lahir dari berbagai pengalaman kehidupan dan pengalaman iman umat dimasa lalu. Saat ini tidak sedikit orang memiliki pemahaman yang sempit tentang Allah. Allah dipandang sebagai Allah yang hanya mengasihi dirinya dan kelompoknya. Allah dipandang secara sempit. Akibatnya kasih Allah yang luas dan tidak terbatas itu tidak dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari saat berelasi.

Refleksi
Teks bacaan hari ini mendorong umat Allah untuk menghayati cinta kasih Allah dengan sungguh-sungguh. Cinta kasih yang diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Allah baik bukan hanya bagi kita tetapi juga sesama kita dan bagi semua orang. Allah menghendaki kita menjadi alat-Nya untuk memberitakan cinta dan kasih yang universal kepada semua orang. Maka sudah seharusnya kehidupan kita memperlihatkan atau mencerminkan kedalaman cinta Tuhan.

Tekadku
Ya Allah mampukan saya mengasihi semua orang tanpa melihat latar belakangnya, status sosialnya dan lain sebagainya. Mampukan kami menjadi alat kepanjangan kasih Tuhan bagi sesama. Dan tolong kami agar senantiasa menunjukkan kasih dan cinta kami juga kepada Tuhan.

Tindakanku
Memperhatikan sesama di sekitar rumah dan juga dalam persekutuan. Berusaha menolong sesama ditengah-tengah kesulitan ekonomi saat ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»