suplemenGKI.com

“Jangan Menolak Otoritas-Nya”

Matius 2:1-9a

 

Pengantar
“Orang terdekatlah yang seharusnya paling memahaminya!” Ucapan ini sering terlontar dari mulut kita saat hendak memahami seseorang. Misalnya, ketika kita hendak memahami isi hati salah satu teman kita, maka kita akan sebisa mungkin mengetahui segala sesuatu tentang dirinya dari orang terdekatnya, mungkin bisa orang tuanya, sahabatnya, atau pasangannya. Orang terdekatnya ini akan mengetahui apa yang menjadi kemauannya dan dapat melakukan kemauannya tersebut dengan tepat sasaran.

Hal yang sebaliknya terjadi pada raja Herodes dalam Matius 2:1-9a ini. Sebagai raja Israel, kita semua tentu mengetahui bahwa raja Israel seharusnya memiliki kedekatan dengan Tuhan, takut kepada-Nya dan mengerti hukum-hukum Tuhan. Tetapi, ia tidak menjalankan berbagai titah Tuhan dan hidup mengandalkan dirinya sendiri. Bahkan, ia menolak otoritas Allah.

Pemahaman

  • Ayat 3               : Apa bukti pertama ia menolak otoritas Allah?
  • Ayat 4, 7          : Apa bukti kedua ia menolak otoritas Allah?
  • Ayat 8              : Apa bukti ketiga ia menolak otoritas Allah?

Bukti pertama ia menolak otoritas Allah adalah responsnya yang terkejut saat mendengar bahwa Yesus Kristus sudah lahir (ay. 3). Kata “terkejut” di ayat 3 ini menunjukkan sikap tidak terima yang ditunjukkan atas berita kelahiran Kristus. Tidak mengherankan, bahwa menurut catatan sejarah, raja Herodes ini bukanlah raja yang takut kepada Allah Yahweh sehingga kehadiran Mesias justru membuatnya tidak aman.

Bukti kedua raja Herodes menolak otoritas Allah adalah ketika ia meminta seluruh imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi informasi-informasi mengenai kelahiran Mesias (ay. 4, 7). Hal ini menunjukkan bahwa Herodes ingin membulatkan tekadnya untuk menolak keberadaan raja mana pun selain dirinya. Informasi-informasi nubuat yang telah digenapi tidak mengubahkan hati raja Herodes maupun imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi yang seharusnya menyembah Kristus.

Bukti ketiga raja Herodes menolak otoritas Allah atas hidupnya adalah keinginannya untuk berpura-pura menyembah Kristus. Inilah yang diperlihatkan oleh ayat 8. Penulis Injil Matius tentu ingin menunjukkan tipu muslihat raja Herodes ketika berkata, “…supaya aku pun datang menyembah Dia” (ay. 8b).

Refleksi
Ada banyak orang Kristen yang dari luar terlihat percaya kepada Tuhan, terlihat rajin pelayanan, terlihat berhasil dan sukses, tetapi tidak hidup sungguh-sungguh memuliakan Tuhan. Dari luar terlihat baik tetapi menyembunyikan berbagai dosa terselubung dan fokus menjalankan segala tanggung jawab demi kepentingan diri sendiri. Orang yang terlihat dekat dengan Tuhan sebenarnya bisa begitu jauh dari-Nya. Apakah kita sedang jatuh pada kondisi seperti raja Herodes ini?

Tekadku
Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini aku banyak melakukan tanggung jawab pekerjaan dan pelayanan dari-Mu tetapi dengan sikap hati yang tidak mengasihi-Mu.

Tindakanku
Hari ini, khususnya mulai dari pagi, aku akan memeriksa maksud terdalam hatiku dalam melakukan segala sesuatu dan mengarahkan hatiku untuk mengasihi Tuhan sebagai motivasi utamaku mengerjakan semuanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«