suplemenGKI.com

Anak-anak Allah

 

Bacaan Galatia 4: 4-7

 

Pengantar
Banyaknya ajaran yang tidak sesuai dengan Injil, membuat sebagian iman  jemaat di Galatia terombang-ambingkan, maka Paulus menuliskan surat ini untuk meyakinkan jemaat akan ajaran yang benar dan mengembalikan kepada Injil yang benar dan satu-satunya. Paulus juga ingin menyadarkan bahwa mereka (jemaat Galatia) memiliki status sebagai anak-anak Allah.

Pemahaman

Ay 4, Apa yang Allah lakukan untuk manusia di bumi ini?
Ay 5, Apa yang Allah berikan untuk manusia ketika ia percaya kepadaNya?
Ay 6, Siapkah yang diutus Allah untuk mendampingi manusia di bumi ini?
Ay 7, Apakah yang dijanjikan Allah terhadap anak-anakNya? 

Jemaat Galatia adalah buah pelayanan dari penginjilan yang dilakukan oleh Paulus, maka Paulus senantiasa mengamati perkembangan dan pertumbuhan jemaat Galatia. Pada pasal-pasal sebelumnya diceritakan bahwa dengan masuknya beberapa ajaran sesat, jemaat di Galatia mulai terombang-ambingkan imannya, bahkan sudah ada di antara mereka yang meninggalkan iman percayanya kepada Tuhan Yesus ganti illah-illah lain.

Paulus menjelaskan sekali lagi berita Injil itu, bahwa Allah mengutus AnakNya yang tunggal melalui kelahiran dari seorang dara, untuk menebus dosa-dosa manusia. Sehingga bagi manusia yang percaya kepadaNya diberi status baru yaitu sebagai anak-anak  Allah.

Manusia bukan hanya ditebus dari dosa-dosanya dan dijadikan anak-anak Allah, namun Allah juga mengutus Roh Kudus untuk berdiam di dalam hati kita. Oleh Roh Kuduslah kita berkata :”ya Abba, ya Bapa”.

Paulus juga menjelaskan bahwa sebagai anak-anak Allah, kita berhak menerima apa yang diwariskan Bapa kepada anakNya. Maka janji-janji Bapa kepada kita selaku anak-anakNya akan diwariskan kepada kita. Maka seharusnya tidak ada yang dapat mengantikan Injil yang benar dan tidak ada keselamatan di dalam siapapun juga kecuali di dalam Yesus Kristus yang telah di berikan Allah kepada Manusia.

Maka Paulus berharap kepada Jemaat di Galatia, jangan sampai ada orang/ajaran yang dapat menggeser iman kita, karena hanya di dalam Yesus saja ada keselamatan. Paulus juga mengingatkan jangan sampai kita menjadi manusia lama lagi karena itu semua telah ditebus dengan darahNya yang mahal dan tak ternilai itu.
 

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk merenungkan, sudahkah saya sadar akan status saya sebagai anak-anak Allah? Benarkah saya bangga dengan stasus saya sebagai anak-anak Allah? Sudahkah saya berlaku sebagai anak-anak Allah?

Tekadku
Ya, Tuhan Yesus, seringkali kami masih mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran palsu, bahkan kami tidak menyadari bahwa kami ini sesungguhnya adalah anak-anak Allah. Oleh sebab itu Tuhan, kuatkan dan teguhkan iman kami semua.
 

Tindakanku
Hari ini saya mulai dengan kesadaran bahwa saya anak Allah. Maka saya akan menceritakan status saya sebagai anak-anak Allah kepada orang yang saya jumpai hari ini (min, 1 orang).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«