suplemenGKI.com

Jumat, 3 April 2020

02/04/2020

HIDUP KITA DI TANGAN TUHAN

Mazmur 31:10-16

 

Pengantar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata Pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Menurut World Health Organization (WHO), pandemi dinyatakan ketika penyakit baru menyebar di seluruh dunia melampaui batas. Masa sulit inilah yang saat ini kita hadapi bersama di dunia yaitu pandemi Covid-19. Setiap hari hidup kita dipenuhi dengan rasa takut dan kuatir, apabila nanti virus itu sampai mengenai kita sedangkan kita masih harus menjalani rutinitas sehari-hari, misalkan bekerja. Di dalam masa sulit yang kita hadapi bersama saat ini, selain kita berusaha melindungi dan menjaga kesehatan diri, hanya ada satu cara yang bisa kita lakukan yaitu memohon belas kasihan dari Tuhan dan meminta pertolongan-Nya, seperti yang dilakukan oleh Daud. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 10-14            : Bagaimana situasi yang dihadapi oleh Daud pada waktu itu? Pergumulan apakah yang ia sedang hadapi? Apakah yang Daud lakukan di masa sulit itu?
  • Ayat 15-16            : Apakah yang menjadi keyakinan Daud?

Bacaan hari ini menceritakan tentang pergumulan dan pengalaman iman Daud ketika dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh Saul. Dia mengalami ketakutan karena orang-orang Saul terus memburunya. Pada saat itu ia merasa begitu menderita, tidak aman, dan tidak berdaya dalam situasi yang sulit. Dia harus terus-menerus melarikan diri dan bersembunyi dari raja yang memusuhinya, padahal ia tidak bersalah. Di tengah masa sulit itu Daud berseru kepada Tuhan untuk meminta belas kasihan Tuhan, “Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak” (Ay. 10). Daud mencurahkan rasa sesak dan semua kesusahan yang dia alami kepada Tuhan (Ay.10-16).

Di tengah pergumulannya itu, Daud juga mengarahkan hati dan pikirannya untuk berharap kepada Allah. Daud berseru: “Kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Dia mempercayakan hidupnya pada Allah, itulah yang menjadi keyakinannya untuk menghadapi masa sulit itu. Daud sungguh meyakini bahwa masa hidupnya juga ada di dalam tangan Tuhan (Ay. 16). Oleh karena itu, ia menyerahkan sepenuh hidupnya dalam kuasa pemeliharaan Allah juga di situasi yang gawat darurat. Setiap detik, setiap jam dan setiap hari hidupnya ada di dalam tangan Tuhan. Semua itu dapat dilalui oleh Daud karena ia memiliki keyakinan dan relasi yang dekat dengan Tuhan.

Refleksi
Renungkanlah: Sadarkah kita bahwa hidup kita ini sepenuhnya ada di dalam tangan Tuhan? Kesadaran dan penghayatan inilah yang akan membuat kita untuk terus selalu melibatkan Tuhan dalam setiap kesulitan dan pergumulan yang kita hadapi.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk bisa selalu ingat bahwa hidup saya ada di dalam genggaman tangan-Mu, sehingga saya bisa selalu sadar bahwa dalam menghadapi masa sulit dalam hidup saya tidak sendirian. Ada Tuhan yang selalu menyertai dan yang memegang erat hidup saya.

Tindakanku

Dengan penuh keyakinan nyanyikanlah pujian KJ 457

Ya Tuhan tiap jam ku memerlukan-Mu. Engkaulah yang memberi sejahtera penuh

Setiap jam ya Tuhan, Dikau kuperlukan. Kudatang Juruselamat, berkatilah!

Ya Tuhan tiap jam penuhi hatiku. Supaya bersyukur selalu pada-Mu!

Setiap jam ya Tuhan, Dikau kuperlukan. Kudatang Juruselamat, berkatilah!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«