suplemenGKI.com

Jumat, 3 April 2015.

02/04/2015

Bacaan : Yohanes 18 : 1-11 ; 19 : 16-30. ( Jumat Agung )

“Hidup dalam Damai”

PENGANTAR.
Injil Yohanes mengisahkan secara detail peristiwa kesengsaraan Yesus, mulai dari Yesus ditangkap, diadili dihadapan pemuka agama maupun pemimpin politik, divonis hukuman mati, disesah, dianiaya, diolok-olok, disiksa, sampai dengan disalibkan  dan mati. Hari ini kita akan merenungkan peristiwa bersejarah tersebut agar dapat bermakna dalam kehidupan kita.

PEMAHAMAN.

  1. Siapa saja pihak-pihak yang terlibat menangkap Tuhan Yesus ?  apa yang terjadi ketika Yesus ditangkap ? ( 18 : 1-11 ).
  2. Bagaimana putusan pengadilan terhadap Yesus yang tak bersalah ? Penderitaan seperti apakah yang dialami Yesus ? untuk siapakah Ia menderita sampai mati di salib ? apa kata terakhir yang terucap sebelum kematian Yesus ? ( 19 : 16-30 ).

Peristiwa penangkapan Yesus diawali dengan datangnya Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus yang berkianat. Yudas datang bersama para prajurit, penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi untuk menangkap Yesus. Disinilah kesengsaraan Yesus dimulai. Namun Yesus menanggung kesengsaraan itu dengan sabar dan sadar, karena Ia tahu harus mengalami semua itusesuai dengan kehendak BapaNya. Dalam peristiwa itu Yesus tidak menggunakan kekuatan dan kuasaNya agar luput dari penangkapan. Padahal hanya dengan berkata-kata saja orang-orang yang hendak menangkapNya mundur dan jatuh ke tanah (ayat 6). Bahkan Yesus menegur Petrus yang menggunakan pedang untuk menghalangi penangkapan diriNya. Yesus sadar bahwa Ia harus menjalani semua penderitaanNya untuk memenuhi kehendak BapaNya.

Melalui rentetan pengadilan yang panjang dan tidak lazim, Yesus disiksa, disesah, diejek akhirnya Yesus dijatuhi hukuman mati. Yesus dibawa kesebuah  tempat yang bernama Golgota untuk menjalani hukuman Salib. Ia disalibkan diantara dua orang penjahat. Dengan demikian Yesus dianggap sebagai penjahat yang harus dihukum mati. Akan tetapi sesungguhnya Ia rela mati diatas kayu salib hanya untuk menebus dosa manusia agar manusia beroleh keselamatan (hidup kekal). Sepanjang sejarah menunjukkan bahwa manusia dalam keberdosaannya terputus hubungan dengan Tuhan. Bahkan manusia semakin tersesat dan jalannya menuju kepada kebinasaan. Namun karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia, Allah mengorbankan AnakNya yang tunggal agar manusia tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal. Oleh sebab itu sebelum Yesus mati diatas kayu salib Ia berkata, “Sudah selesai” artinya bahwa Yesus telah menyelesaikan tugasNYa seperti yang diharapkan dan dikehendaki Allah Bapa. kematianNya menjawab kerinduan umat manusia untuk mendapatkan pengampunan dosa dari Allah sehingga manusia kembali berada dalam perdamaian dengan Allah.

REFLEKSI.
Mari kita mengambil saat hening sejenak ! apakah makna kematian Kristus bagi anda ? apa yang akan anda lakukan bagi Allah yang sudah mati bagi anda ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, saya berterima kasih kepadaMu karena Engkau rela mati untuk menebus dosa-dosaku.

TINDAKANKU.
Saya harus menjalani hidup ini dengan bersyukur dan bermakna bagi Tuhan dan sesama, karena Tuhan sudah berkorban bagi saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«