suplemenGKI.com

Menanggalkan Kepentingan Sendiri

Bacaan Filipi 4:1-9

 

Pengantar
                Dalam suatu komunita dimanapun juga diperlukan saling pengertian satu dengan yang lain, maka komunita itu akan hidup, namun sebaliknya kalau mereka tidak mau saling mengerti satu dengan yang lain pasti akan jadi persoalan demi persoalan yang akhirnya pertengkaran yang hebat. Inilah gambaran jemaat di Filipi yang saling berebut pengaruhnya kepada komunitanya, bagaimana Paulus menyikapi hal tersebut? 

Pemahaman
Ay 1, Bagaimana Paulus memperlakukan jemaat Filipi?
Ay 2-5, Apa yang sedang terjadi di jemaat Filipi?
Ay 6-7, Apa yang dinasihatkan Paulus kepada jemaat Filipi?
Ay 8-9, Apa yang diharapkan Paulus kepada jemaat Filipi?

Di dalam penjara, Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat di Filipi, Paulus menganggap jemaat di Filipi itu sebagai saudara-saudaranya sendiri, saudara yang senantiasa dibanggakan di dalam hidup pelayanannya. Sehingga Paulus sangat rindu untuk berjumpa dengan mereka semua.

Paulus mendengar kabar dari Epafroditus tentang keadaan jemaat di Filipi, Paulus mencium adanya pertengkaran diantara Euodia dan Sintikhe yang tidak sehati dan sepikiran dalam melayani Tuhan di Filipi.Maka Paulus mengingatkan mereka berdua untuk bersehati dan sepikiran dalam melayani Tuhan. Paulus berharap bahwa mereka yang bertengkar berani menanggalkan keegoannya masing-masing dan menonjolkan kebaikan hati mereka, supaya banyak jemaat atau orang lain merasakan kebaikan mereka.

Paulus menghimbau mereka supaya tidak hidup dalam kekuatirannya masing-masing namun menyerahkan keinginan mereka  di dalam doa-doa mereka kepada Tuhan dengan ucapan syukur          . Paulus menyakini bahwa orang yang melakukan demikian dihindarkan dari pertengkaran dengan sesama anggota jemaat dan Allah akan sanggup memberikan damai sejahtera untuk menjaga hati dan pikiran dalam Kristus.

Maka melihat rekan atau sesama jemaat sebagai saudara yang harus dikasihi sangat penting sekali bagi jemaat di Filipi. Untuk dapat mengalami hal tersebut, maka hati dan pikiran harus di dalam Kristus. Orang yang hati dan pikirannya bagi Kristus maka ia akan mengisi sesuatu yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang baik dan yang patut dipuji dalam hidup mereka.

Paulus juga mengharapkan jemaat di Filipi mau memperhatikan apa yang sudah diajarkannya, yang dipelajari, yang didengar untuk dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh. Maka damai sejahtera dari Allah akan meliputi orang-orang yang percaya.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: seberapa besar saudara berani menanggalkan keegoan anda masing-masing dalam komunita yang ada?

Tekadku
Ya Tuhan, ampuni kami yang senantiasa bangga dengan keegoan kami masing-masing, ajarkan kami berani menanggalkan keegoan kami dengan Kristus.

Tindakanku
Hari ini saya bertekad untuk menanggalkan keegoaan saya dengan menolong orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«